AS Serang 80+ Target, Trump Nyatakan Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah berakhir.
Pernyataan itu disampaikan setelah militer AS melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target pada Selasa (25/6) sebagai respons atas serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.
>>> Render Galaxy Z Fold 8 Bocor, Desain Terlihat Jelas
"Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir," kata Trump pada Rabu (26/6) di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.
Ia juga meragukan kemungkinan pembicaraan lebih lanjut antara kedua negara.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan putaran baru serangan ofensif terhadap Iran. Serangan ini menyusul aksi terhadap tiga kapal tanker minyak yang ditudingkan kepada Iran.
CENTCOM menyatakan pasukan AS menghantam sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, situs radar pesisir, kemampuan rudal anti-kapal, dan lebih dari 60 perahu kecil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di dalam dan dekat selat.
Tujuannya untuk menurunkan kemampuan Iran menyerang perdagangan internasional di jalur perdagangan tersebut.
Serangan itu dimaksudkan untuk "memberikan biaya berat" kepada Iran atas serangan terhadap pelayaran komersial, demikian pernyataan CENTCOM terpisah.
Sebagai respons, IRGC mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
>>> Kulit Kepala Masih Gatal Setelah Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya
Pejabat pertahanan AS belum memberikan laporan rinci tentang kerusakan di pangkalan-pangkalan tersebut sejak perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari.
Media melaporkan bahwa serangan Iran telah merusak dan menghancurkan radar pertahanan rudal AS di kawasan itu.
Pusat Operasi Udara Gabungan di Qatar, pos komando utama untuk operasi udara di Timur Tengah, juga dilaporkan rusak parah.
Selama berbulan-bulan, AS berusaha mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Salah satu isu yang menghambat negosiasi adalah tuntutan AS agar Iran mengizinkan kapal komersial melintas bebas di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% minyak dunia.
Gencatan senjata berusia tiga bulan antara AS dan Iran kerap diwarnai pertempuran. Masa depan negosiasi tampak tidak pasti setelah Trump mengatakan berbicara dengan Iran adalah "buang-buang waktu."
"Mereka orang jahat, dan terus terang, saya tidak ingin membuang waktu dengan mereka," kata Trump.
>>> 3 Lotion Murah untuk Kulit Putih yang Dipuji Efektif Cerahkan Kulit
"Sekarang, saya biarkan negosiator hebat kami terus bicara jika mereka mau, tapi saya tidak melihatnya."
Update Terbaru
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup
Rabu / 08-07-2026, 22:08 WIB
Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Ini 5 Alasannya
Rabu / 08-07-2026, 22:08 WIB
BLT Kesejahteraan Rakyat Rp900 Ribu Belum Cair, Ini Perkiraan Jadwal dan Syarat Penerimanya
Rabu / 08-07-2026, 22:08 WIB
Iperindo Jalin Kerja Sama dengan Galangan Ak Bars Rusia, Fokus pada Alih Teknologi
Rabu / 08-07-2026, 22:07 WIB
Koperasi Merah Putih Cangakan Luncurkan Kedai Kopi untuk Garap Pasar Milenial
Rabu / 08-07-2026, 22:07 WIB
Tiga Indikator Melemahnya Pengaruh Politik Jokowi Menurut Said Didu
Rabu / 08-07-2026, 22:07 WIB
Startup AS Ingin Tempatkan Reaktor Nuklir di Lubang Sedalam 1,6 Km
Rabu / 08-07-2026, 22:07 WIB
Emosi Pemain Dead by Daylight Ternyata Jadi Makanan The Entity
Rabu / 08-07-2026, 22:01 WIB
Nintendo Akhirnya Tambahkan Wario Land Pertama ke Switch Online
Rabu / 08-07-2026, 22:01 WIB
Pasar Saham AI AS Beralih ke Realisasi Laba di Kuartal III
Rabu / 08-07-2026, 22:01 WIB
Mantan Hakim Milwaukee Hannah Dugan Hadapi Vonis karena Halangi ICE
Rabu / 08-07-2026, 22:00 WIB
Volkswagen Blokir GrapheneOS di Mobil Terbaru, Dinilai Terlalu Ketat Soal Keamanan
Rabu / 08-07-2026, 22:00 WIB
Startup AI Lovable Raup Valuasi US$12 Miliar, Vibe Coding Makin Diminati
Rabu / 08-07-2026, 22:00 WIB
PM Modi Tinggalkan Indonesia Menuju Australia Setelah Kunjungan 3 Hari
Rabu / 08-07-2026, 22:00 WIB







