Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memastikan tidak akan mengubah nama provinsi menjadi Tatar Sunda. Ia menyebut wacana itu hanya karangan di media sosial.

"Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial, akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda.

>>> Kejagung Sita 390 Ton Tanah Bermuatan Logam Tanah Jarang Milik PT PMM

Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain," kata Dedi di Instagram, Rabu (8/7).

Politikus Gerindra itu menegaskan pemerintah provinsi akan fokus bekerja dan tidak mengurusi perubahan nama. "Namanya tetap Jawa Barat," imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono juga menyampaikan hal senada. Ia mengatakan belum ada usulan resmi pengubahan nama dari DPRD maupun gubernur.

"Saya tegaskan kembali bahwa tidak ada usulan resmi, baik dari Gubernur Jawa Barat maupun dari DPRD Jawa Barat terkait hal ini," kata Ono dalam keterangannya, Rabu (8/7).

Kajian Perubahan Nama

Ono menjelaskan wacana perubahan nama berawal dari surat Komunitas Pengkaji Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat pada 6 Januari 2025 kepada Ketua DPRD Buky Wibawa.

>>> Galaxy A18 Pertahankan Desain Layar Lama Samsung

Usulan itu ditindaklanjuti dengan audiensi pada 22 Mei 2025.

Ketua DPRD kemudian menerbitkan nota dinas kepada Komisi I DPRD Jabar untuk melakukan pengkajian awal. Komisi I bersama Pemprov Jabar kembali mengadakan audiensi dengan komunitas pengusul.

Hasilnya hanya menyetujui dilakukannya kajian, bukan menyetujui perubahan nama. "Hampir mayoritas fraksi di dewan hanya setuju untuk menindaklanjuti kajiannya.

Jadi, bukan langsung setuju mengubah nama Provinsi Jawa Barat, tetapi setuju dilakukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif," tegas Ono yang juga Ketua DPD PDIP Jabar.

Menurut Ono, jika kajian dilakukan dengan benar, pembahasannya harus mempertimbangkan aspek yuridis, historis, sosiologis, budaya, hingga dampak ekonomi.

>>> 4 Kota Paling Layak Huni di Asia 2026, Singapura Masuk Daftar

Terlebih Jawa Barat memiliki keragaman budaya, termasuk Sunda, Betawi, Cirebon, dan Indramayu.