Warga Simalungun Bangun Jembatan Darurat Dua Kali, Janji Perbaikan Pemerintah Mangkrak
Rekaman video warga yang mengeluhkan jembatan rusak di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, warga mengaku dua kali membangun jembatan darurat secara swadaya karena perbaikan dari pemerintah belum juga terealisasi.
>>> Presiden El Sisi Sebut Timnas Mesir Pahlawan Usai Kalah dari Argentina
Warga bernama Dita Purba melalui akun TikTok @ditapurba mengunggah surat terbuka yang meminta pemerintah segera memperbaiki akses jalan di Desa Bangun Baru, Pulo Raya, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.
Gubernur Sumut Akan Turun Tangan
Menanggapi persoalan itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan pihaknya akan mengecek kondisi di lapangan dan memastikan penanganannya.
"Pokoknya jalan itu, mau punya nasional, baik punya provinsi ataupun kabupaten, kami tidak ada membeda-bedakan, artinya walaupun tanggung jawabnya sudah ada masing masing, selagi masih di wilayah Sumut kalau itu mengganggu aktivitas masyarakat, sebisa (mungkin) kami akan bertanggung jawab," ujar Bobby di Medan, Rabu (8/7).
Menurut Bobby, pemerintah provinsi akan mendorong percepatan perbaikan, baik untuk jalan berstatus nasional, provinsi maupun kabupaten.
"Nanti kami cek, kalau punya kabupaten pak presiden sudah memberikan dana TKD (Transfer ke Daerah), kami akan cek uangnya ke mana saja, kalau keuangannya terbatas kami punya mekanisme bantuan ke daerah, selagi diajukan, (tapi) kalau dia tidak diajukan, kami tidak bisa monitor," katanya.
Jembatan Satu-satunya Akses Warga
Dalam rekaman video yang viral, Dita menerangkan jembatan yang rusak akibat longsor merupakan satu-satunya akses menuju Nagori Lokkung.
Jalur tersebut digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang bersekolah dan warga yang membawa hasil pertanian.
"Kampung kami juga terkena musibah jalan satu satunya (lewat jembatan) longsor dan tidak bisa dilalui, jembatan ini merupakan satu satunya jalan atau akses menuju Desa Nagori Lokkung yang mana itu adalah tempat anak-anak kampung kami bersekolah," kata Dita dalam videonya.
Update Terbaru
Selat Hormuz Membara Lagi, Maskapai Eropa Hindari Rute Lewat Iran
Rabu / 08-07-2026, 18:15 WIB
Satgas Cartenz Identifikasi 7 Pelaku Pembakaran Pesawat AMA
Rabu / 08-07-2026, 18:14 WIB
Meetion Mega V1: Mouse Gaming 8.000Hz dengan 12 Tombol MMO dan Bantalan Jari Kelingking
Rabu / 08-07-2026, 18:14 WIB
BBNKB II Dihapus Bukan Berarti Urus Balik Nama Kendaraan Jadi Gratis
Rabu / 08-07-2026, 18:14 WIB
Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel Terkait Kasus Batu Bara hingga Asabri
Rabu / 08-07-2026, 18:14 WIB
Bima Arya Dorong Tata Ruang Optimal untuk Kembangkan Potensi Kepri
Rabu / 08-07-2026, 18:14 WIB
Kontras Nasib Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 18:14 WIB
Subnautica 2 Update 1.1: Pemain Bisa Melawan Ikan, Tapi Tidak Membunuh
Rabu / 08-07-2026, 18:13 WIB
Airlangga Apresiasi Momentum IPO Berlanjut di Pasar Modal Indonesia
Rabu / 08-07-2026, 18:13 WIB
Kekeringan di Desa Cirarab Tangerang, Warga Krisis Air Bersih
Rabu / 08-07-2026, 18:13 WIB
Katie Couric Alami Amnesia Global Transien Setelah Episode Medis
Rabu / 08-07-2026, 18:08 WIB
Tiga Tiket Lotre Connecticut Senilai $300.000 Belum Diklaim
Rabu / 08-07-2026, 18:08 WIB
Daftar Kode Dress to Impress Roblox Juli 2026
Rabu / 08-07-2026, 18:07 WIB
Investor Asing Antusias Gaet Danantara untuk Investasi di RI
Rabu / 08-07-2026, 18:07 WIB







