Karena tidak ada perbaikan pada awal kerusakan, warga kemudian bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan kayu dan papan seadanya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

"Yang dilakukan masyarakat untuk memperbaiki jalan agar biar anak anak tetap bisa sekolah dan aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti sebelumnya," ujarnya.

Janji Bupati Tak Kunjung Terealisasi

Dita mengungkapkan bahwa pada 14 Desember 2025, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih sempat meninjau langsung lokasi longsor dan menjanjikan perbaikan jalan serta jembatan tersebut akan selesai dalam waktu empat bulan.

>>> Cara Cairkan Saldo DANA ke OVO dan GoPay Lewat 5 Game Penghasil Uang 2026

"Seharusnya kalau itu dimulai Januari berarti bulan April harus selesai, tapi ini bulan Juni bentar lagi Juli, tapi proses perbaikan jembatan ini mangkrak dan jembatan swadaya masyarakat sudah rusak lagi, benar-benar jembatan darurat sudah putus total dan perbaikan jembatannya tidak ada kelanjutannya," ujar Dita.

Setelah jembatan darurat pertama rusak, warga kembali bergotong royong membangun jembatan kedua dengan material sederhana berupa kayu dan papan.

"Mereka membuat jembatan lagi dan kalian bisa lihat kondisinya kayak gini ini, jembatan yang baru dibikin lagi aku gak tahu ini bertahan sampai kapan tapi semoga jembatan yang baru ini juga bersahabat dengan masyarakat karena jurang nya masuk dalam sementara banyak anak sekolah dari kampung kami," ujarnya.

Dita juga menampilkan dokumentasi saat Bupati Simalungun meninjau lokasi dan menyampaikan target penyelesaian proyek tersebut.

"4 bulan siap," ujar Bupati Anton saat meninjau lokasi pada Desember 2025.

Menurut Dita, masyarakat saat itu menyambut baik janji tersebut. Namun hingga kini pembangunan yang dijanjikan belum juga terealisasi.