Perusahaan bentukan Liang Wenfeng yang berbasis di Hangzhou ini mulai mendekati mitra eksternal serta menjajaki diskusi dengan perusahaan desain chip hingga produsen memori sejak setahun lalu.

DeepSeek juga dilaporkan gencar menambah personel insinyur desain chip dalam beberapa bulan terakhir.

>>> Ini Poin-poin Tuntutan Buruh dalam RUU Ketenagakerjaan Baru

Proses rekrutmen ini dilakukan secara tertutup tanpa mempublikasikan lowongan kerja di platform umum.

Dengan mengembangkan chip sendiri, DeepSeek mengikuti jejak para pengembang AI global lainnya yang ingin mengontrol penuh infrastruktur perangkat keras mereka sekaligus memangkas ketergantungan pada Nvidia.

Salah satu perusahaan yang mencoba mengembangkan chip sendiri adalah OpenAI, yang pada bulan lalu memperkenalkan Jalapeno, chip inference khusus pertama mereka yang dikembangkan bersama Broadcom.

Sementara itu, Anthropic juga dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah serupa.

Bagi DeepSeek, langkah ini memiliki dimensi strategis tambahan.

Aturan kontrol ekspor dari AS melarang perusahaan China membeli chip tercanggih Nvidia, sementara Beijing terus mendesak korporasi teknologi dalam negeri untuk menciptakan alternatif.

DeepSeek sebelumnya menggunakan kombinasi chip Nvidia dan Huawei.

Model dasar yang menyokong R1, model penalaran berbiaya murah yang sempat mengguncang saham teknologi AS pada Januari 2025, dulunya dilatih menggunakan Nvidia H800.

Chip tersebut awalnya didesain khusus untuk pasar China sebelum akhirnya ikut dilarang oleh Washington pada akhir 2023.

Sejak saat itu, DeepSeek semakin mengandalkan Huawei.

Pada April lalu, mereka merilis model V4 yang dioptimalkan untuk chip Huawei Ascend.

>>> 7 Bahaya Duduk Terlalu Lama: Obesitas hingga Picu Kanker

Huawei bahkan mengonfirmasi bahwa prosesor mereka digunakan dalam proses pelatihan V4-Flash.