Selain itu, PMMP berutang kepada PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta (Rp409,1 miliar), PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta (Rp129,4 miliar), dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta (Rp107,5 miliar).

Manajemen PMMP menyatakan saldo tersebut belum termasuk utang bunga.

Dampak Operasional

Perseroan mengakui mengalami kendala modal kerja dan membutuhkan sekitar US$15 juta (Rp269,1 miliar) untuk operasional.

Akibat keterbatasan dana, PMMP hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo dan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran setelah ekspor diterima.

Penurunan kapasitas produksi juga berdampak pada tenaga kerja.

>>> Kukuhkan Angkatan Pertama PPDS, Rektor Unusa: Jangan Bangun Budaya Perundungan

Sejak 2024, perusahaan telah melakukan PHK terhadap 37 staf dan 79 pekerja harian, serta 82 staf mengundurkan diri.