Perusahaan Kaesang Terlilit Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 T

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolahan hasil perikanan yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep, menghadapi masalah kredit macet.
Perusahaan mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah bank setelah mengalami tekanan likuiditas dan keterbatasan modal kerja.
>>> Hakim PN Jaksel Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7), PMMP memiliki kewajiban kredit kepada PT Bank Permata Tbk dengan outstanding US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS).
Selain itu, terdapat fasilitas sebesar Rp5,49 miliar.
Utang perusahaan juga tercatat kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta (sekitar Rp723 miliar), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta (sekitar Rp551,2 miliar), dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta (sekitar Rp409,1 miliar).
Selain itu, PMMP memiliki pinjaman kepada PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta.
Manajemen PMMP menyatakan bahwa saldo tersebut belum termasuk hutang bunga.
Perseroan mengakui mengalami kendala modal kerja dan membutuhkan sekitar US$15 juta atau sekitar Rp269,1 miliar untuk menjalankan kegiatan operasional.
>>> Pangeran Harry Tak Diizinkan Menginap di Istana Buckingham Selama Kunjungan ke London
Akibat keterbatasan tersebut, PMMP saat ini hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo.
Untuk memenuhi permintaan ekspor, perusahaan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran setelah hasil ekspor diterima.
Penurunan kapasitas produksi juga berdampak pada efisiensi tenaga kerja.
Sejak 2024 hingga saat ini, PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian.
Selain itu, sebanyak 82 staf tercatat mengundurkan diri.
>>> Dirut BULOG Targetkan Stok Beras di Papua Naik Tiga Kali Lipat
PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan milik Kaesang Pangarep, tercatat memiliki 188,24 juta saham atau sekitar 7,27 persen kepemilikan di PMMP.
Update Terbaru
CM Punk Kalahkan Sami Zayn, Rebut Gelar WWE Undisputed Championship
Selasa / 07-07-2026, 16:14 WIB
AS Siap Hadapi Spanyol di Perempat Final Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 16:14 WIB
Trump Kembali Panaskan Ketegangan dengan Meloni Jelang KTT NATO
Selasa / 07-07-2026, 16:13 WIB
Microsoft Pangkas 4.800 Posisi Karyawan dalam Restrukturisasi 2026
Selasa / 07-07-2026, 16:13 WIB
Cara Cepat Tarik Saldo dari 5 Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya di Tahun 2026
Selasa / 07-07-2026, 16:13 WIB
Canada Soccer Alokasikan Pendapatan Piala Dunia untuk Pusat Pelatihan Nasional
Selasa / 07-07-2026, 16:08 WIB
Atlanta Braves Lakukan Perombakan Staf Pitcher Setelah Cedera Martín Pérez
Selasa / 07-07-2026, 16:08 WIB
Netflix Hapus Home Improvement, Reboot Terkendala
Selasa / 07-07-2026, 16:07 WIB
Prabowo Anugerahi PM India Modi Bintang Republik Indonesia Adipurna
Selasa / 07-07-2026, 16:07 WIB
Vozinha Jadi Rebutan Klub Brasil usai Dipuji Messi di Piala Dunia
Selasa / 07-07-2026, 16:07 WIB
Astronaut Kanada Jeremy Hansen Pensiun Usai Misi Artemis II ke Bulan
Selasa / 07-07-2026, 16:07 WIB
Gempa M 5,6 Guncang Talaud Malut, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Selasa / 07-07-2026, 16:07 WIB
Bitcoin Butuh Triliunan Dolar untuk Pasar Bull Berikutnya, Permintaan ETF Mulai Pudar
Selasa / 07-07-2026, 16:03 WIB
61 Penumpang Kabur Usai Check-in Penerbangan ke Malaysia
Selasa / 07-07-2026, 16:03 WIB







