Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon secara resmi menetapkan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Fadli mengatakan penetapan ini merupakan tanggung jawab dari amanat undang-undang dan konstitusi.

>>> Dinamika Isu PHK: Kepanikan Sementara atau Sinyal Bahaya Nyata?

Amanat konstitusi itu tertuang dalam Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia dengan menjamin masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai budayanya.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan juga menjadi landasan keputusan tersebut.

"Penetapan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini menjadi pengingat kita semua bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman, toleransi, penghormatan terhadap martabat setiap warga negara," kata Fadli dalam acara bersama Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) di TMII, Senin (6/7).

Ia menambahkan, negara hadir untuk memastikan setiap warga negara mempunyai ruang setara menjalankan keyakinan, melestarikan tradisi, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Fadli menjelaskan tanggal 13 Juli dipilih karena memiliki nilai historis, yaitu berlangsungnya sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

"Penetapan tanggal 13 Juli juga adalah satu penetapan yang historis, karena ini dikaitkan dengan rapat besar tanggal 13 Juli tahun 1945 ketika pembicaraan tentang konstitusi kita," ujarnya.

>>> Pupus Sudah Mimpi Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia

Usai ditetapkan, Fadli belum memutuskan apakah 13 Juli akan dijadikan hari libur nasional.

"Meskipun kalau ditawarkan pasti banyak yang mau, tapi liburnya mungkin nanti kalau ada diperjuangkan itu bisa saja fakultatif," ucapnya.

Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan menambahkan penetapan ini sudah melalui proses panjang. MLKI telah mengajukan usulan sejak 2005.

"Jadi kepada Bapak Menteri yang saya laporkan bahwa pembahasan mengenai usulan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu sudah diusulkan sejak tahun 2005.

Alhamdulillah atas kepemimpinan Bapak, teman-teman penghayat bisa mempunyai Hari Kepercayaan," kata Restu.

>>> 10 Tanda Seseorang Menyukaimu Lewat Chat, Bukan Halusinasi

Pembahasan ini diikuti oleh para penghayat kepercayaan dan berbagai organisasi kepercayaan yang difasilitasi oleh Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat.