Ruben Onsu akhirnya buka suara soal dugaan hinaan 'cong' dari mantan istrinya, Sarwendah. Dalam video bersama Nanda Persada, Ruben mengaku sudah sering mendapat hinaan serupa sejak lama.

"Gue syok sih sebenarnya," kata Ruben. "Syok karena ini di publik, karena di belakang, dia ngatain gue itu sering.

>>> Alberttt Masuk, Ini Roster Timnas eSports RI di Asian Games 2026

Bahkan di depan anak gue juga pernah."

Ruben mencontohkan satu kejadian saat Sarwendah menelepon dan menghina dirinya di depan anak pertama mereka. Ia hanya bisa diam dan menutup telepon.

Sikap Sarwendah Makin Keras Setelah Bercerai

Menurut Ruben, sikap merendahkan Sarwendah semakin menjadi setelah mereka bercerai. Ia menduga hal itu dipicu oleh kehadiran kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio.

Ruben menilai Giorgio kerap memancing Sarwendah untuk berbicara sembarangan saat siaran langsung. "Harusnya sekelilingnya tidak boleh memancing, ya dong?

Bukan dipanasin partner lo demi sebuah viewer," ujarnya.

Ia juga menyindir, "Sudah, lo ngatain gue cong, lo mau ngatain gue apa, intinya lo makan dari uang bencong kan?"

Fokus pada Anak

Ruben mengaku lebih memilih diam demi anak-anak mereka.

>>> Tawaran Menginap di Buckingham Palace Ditarik, Kunjungan Harry ke Inggris Kembali Panas

Ia hanya ingin fokus pada pengasuhan bersama sesuai putusan pengadilan: 4 hari di Sarwendah, 3 hari di Ruben.

Ia juga menyinggung kewajiban nafkah Rp200 juta per bulan.

"Saya juga enggak mengerti kenapa itu memicu kemarahan dia sampai bilang 'gue juga enggak butuh duit lo'," katanya.

Ruben menegaskan bahwa semua hinaan tidak masalah, tetapi akses ke anak adalah batas yang tidak bisa dikompromikan.

"Anak yang jadi fondasi untuk saya ini, harusnya kita besarkan bersama," pungkasnya.

Sementara itu, Sarwendah membantah ucapan 'cong' yang viral itu ditujukan untuk Ruben. Pengacaranya, Chris Sam Siwu, mengatakan video tersebut tidak menyebut nama Ruben sama sekali.

>>> Obsession Raih Pendapatan Box Office 537 Kali Lipat dari Bujet

Pada 5 Juni 2026, Sarwendah meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang ditimbulkan. Ia mengakui kata-katanya tidak menunjukkan kebaikan dan seharusnya diselesaikan secara pribadi.