Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai era "pesta pora" anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berakhir.

Anggaran program yang sempat tembus Rp1,2 triliun per hari kini dipangkas besar-besaran.

>>> Tunangan Ronaldo Beri Hadiah untuk Istri Messi, Jadi Sorotan Saat Piala Dunia

Menurut Hersu, pemerintah berencana melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap anggaran MBG. Target penerima manfaat juga ikut dievaluasi karena dinilai kurang tepat sasaran.

"Era pesta pora anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG tampaknya ini sudah mulai berakhir.

Setelah hampir satu tahun menjadi program yang nyaris tidak boleh disentuh pemerintah, akhirnya melakukan koreksi besar," ungkap Hersu dalam Kanal YouTube Hersubneo Point, dikutip Selasa (7/7).

"Anggarannya dipangkas puluhan hingga ratusan triliun rupiah, bahkan target penerima manfaat juga ikut dievaluasi," imbuhnya.

Pemangkasan Anggaran MBG 2026 dan 2027

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa anggaran MBG 2026 dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Penghematan yang dilakukan sebesar Rp67 triliun.

>>> Ramalan Zodiak 7 Juli: Leo Hadapi Beda Pendapat, Virgo Nikmati Ketenangan

Untuk tahun 2027, Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah memperkirakan pemangkasan lebih ekstrem. Anggaran turun dari Rp335 triliun menjadi Rp174 triliun, berkurang Rp161 triliun atau hampir 50 persen.

Jika dibandingkan dengan anggaran 2026 yang sudah dipangkas menjadi Rp268 triliun, penurunan 2027 tetap signifikan, yakni sekitar Rp94 triliun.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa pemerintah mulai menghentikan pemberian MBG bagi anak sekolah dari keluarga mampu.

Evaluasi ini menyasar siswa SMA atau sekolah-sekolah kategori mewah yang dinilai memiliki kemampuan finansial mandiri.

Akibat kebijakan pengetatan kriteria ini, jumlah penerima manfaat diperkirakan berkurang sekitar 8 juta anak.

>>> Konsumen Toyota Innova Ngamuk, Mobil Rusak Usai Isi BBM Bioetanol

Fokus bantuan ke depan akan diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, daerah 3T, ibu hamil, serta balita guna menekan angka stunting.