Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan berjalan dengan pola yang sama seperti sebelumnya. Langkah efisiensi besar-besaran disiapkan demi efektivitas anggaran negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penghematan anggaran MBG bukan sekadar wacana. Pemangkasan yang sudah dilakukan tahun ini masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

>>> OJK Terbitkan Aturan Baru Permodalan BPR untuk Perkuat Daya Saing

Purbaya menjelaskan, pagu anggaran MBG pada 2026 awalnya dipatok sekitar Rp330 triliun. Namun, pemerintah telah memangkasnya menjadi sekitar Rp270 triliun.

"Nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran.

Ini perintah Bapak Presiden," kata Purbaya, dikutip dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

Meski anggarannya terus disesuaikan, Purbaya menegaskan MBG tetap menjadi program unggulan Presiden Prabowo. Pemerintah tidak memiliki rencana menghentikan program tersebut, melainkan memperbaiki tata kelolanya agar lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pelaksanaan MBG pada tahap awal masih menyisakan berbagai persoalan. Karena itu, pemerintah memilih membenahi sistem pelaksanaan dibanding mempertahankan pola lama yang dianggap belum optimal.

Pengawasan Diperketat

Untuk memperketat pengawasan, Kementerian Keuangan akan ikut memonitor penggunaan anggaran MBG oleh setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui jaringan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di berbagai daerah.

Hasil pengawasan tersebut nantinya akan diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi apabila ditemukan penyimpangan atau pelanggaran dalam pelaksanaannya.

"Mereka kasih laporannya ke saya. Nanti kalau memang jelek, saya akan laporkan ke BGN untuk dia ambil tindakan," ungkap Purbaya.

>>> Sarwendah Ancam Bongkar Fakta, Kubu Ruben Onsu Siapkan Bukti Baru