Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan untuk membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Keputusan itu diambil karena Presiden ingin mengganti Bea Cukai dengan surveyor internasional asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS), melalui sistem outsourcing.

>>> Purbaya Bypass Aturan Demi Hibah Meikarta: Jangan Tangkap Saya Pak Jaksa Agung

Namun, Purbaya mengaku berhasil melobi Presiden untuk memberikan waktu satu tahun bagi perbaikan institusi tersebut.

“Saya baru rapat delapan bulan tapi sudah membaik sedikit.

Karena ancaman Presiden jelas, kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin diganti sama SGS,” kata Purbaya dalam Podcast bersama Deni Sumargo yang tayang Kamis (2/7/2026).

Purbaya mengakui bahwa banyak pegawai Bea Cukai yang tidak menyukainya karena dianggap ingin membubarkan instansi mereka.

“Dia (pegawai Bea Cukai) bilang, ‘apa dosa Bea Cukai sama Pak Purbaya sehingga Pak Purbaya mau bubarin Bea Cukai?’”

kata Purbaya menirukan.

>>> Cara Pakai Micellar Water yang Benar agar Wajah Bersih Maksimal

“Lama-lama gua kesal nih.

Saya panggillah semua pimpinannya, ‘Saya justru menggebuk Anda ini supaya Anda bisa memperbaiki diri, supaya enggak dibubarin’,” lanjut Purbaya.

Purbaya menghitung bahwa pembubaran Bea Cukai akan menyebabkan 16.000 pegawai kehilangan pekerjaan.

“Kalau itu terjadi, hilang itu semua 16.000 (pegawai). Saya rasa (kalau) keluarga empat, kan 64.000 orang jadi susah.

Kalau gitu pemimpin bertanggung jawab enggak? Saya gagal juga di situ.

>>> Legalitas dan Keamanan Raden.pw Server Kipas Server FF

Jadi saya minta betulin sampai September ini, lalu saya akan masuk lagi ke sana obrak-abrik semuanya,” kata Purbaya.