Mengapa Beberapa Kanker Berkembang Lebih Cepat? Temuan Baru dari Virginia Tech
Para peneliti di Virginia Tech, Amerika Serikat, berhasil mengungkap mengapa beberapa jenis kanker berkembang lebih agresif dibandingkan yang lain, meskipun berasal dari tipe yang sama.
Temuan yang dipublikasikan di jurnal Cancer Research ini memberikan perspektif baru tentang perkembangan kanker yang tidak terduga.
>>> Migrain Kronis Bukan Sekadar Sakit Kepala: Ini Terobosan Terbaru
Megan Sweet, seorang biolog di laboratorium Virginia Tech, menghabiskan waktunya memotong tumor yang tumbuh pada tikus dengan presisi tinggi.
Ia menggunakan pisau cukur yang disetel dengan hati-hati untuk mendapatkan irisan yang bersih dan rata. Potongan jaringan yang dihasilkan tidak lebih besar dari kuku dan setipis transparan.
Langkah terakhir adalah mewarnai struktur tertentu dalam tumor untuk mengamati pertumbuhan kanker lapis demi lapis.
Dari Sel Sehat Menuju Evolusi Tumor
Sebagian besar sel manusia normal bersifat diploid, artinya membawa dua set kromosom—satu dari masing-masing orangtua. Sel sehat ini membelah untuk menghasilkan lebih banyak sel diploid.
Namun, terkadang sel membuat kesalahan saat pembelahan sehingga jumlah kromosomnya tidak normal. Kesalahan ini terekam dalam DNA dan cenderung menetap serta terakumulasi pada generasi sel berikutnya.
Proses yang berulang miliaran kali ini dapat memicu penyakit seperti kanker.
Selama lima tahun, Megan Sweet dan timnya meneliti sel dengan jumlah kromosom abnormal—ciri khas kanker.
Di laboratorium, mereka memaksa sel kanker diploid untuk menggandakan semua kromosomnya tanpa membelah.
Hasilnya adalah sel tetraploid, yang masing-masing memiliki empat set kromosom.
Kondisi yang sama dapat terjadi pada tumor manusia dan dikaitkan dengan perkembangan penyakit yang lebih cepat serta prognosis buruk.
Mengapa Sel Tetraploid Lebih Agresif?
Tim peneliti membandingkan tumor yang terbentuk dari sel kanker diploid biasa dengan tumor dari sel tetraploid yang lebih besar.
Update Terbaru
Pangeran Harry Pertimbangkan Ulang Kunjungan ke Inggris karena Masalah Keamanan
Sabtu / 04-07-2026, 21:27 WIB
Wamen LH: Kebakaran TPA Jatiwaringin Bukan Tontonan, Warga Diminta Jauh
Sabtu / 04-07-2026, 21:27 WIB
Bukan Prancis-Argentina, Ini Tim Paling Ganas di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 21:27 WIB
Perwira AU AS Ditahan Usai Protes Pemakzulan Trump
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Polisi Duga Penyekapan 3 Staf Percetakan di Jakpus Bukan Pertama Kali
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Babak I Indonesia vs Malaysia U-17 Imbang Tanpa Gol, Satu Tembakan Kena Tiang
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Transmart Full Day Sale Besok: Diskon 50%+20% Seharian
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Sosok Irjen Wibowo, Kakorlantas Polri yang Baru Dilantik Kapolri
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Paraguay vs Prancis: Mbappe Berpeluang Kejar Messi di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Nintendo Siap Ambil Tindakan Tegas atas Pelanggaran IP Terkait AI
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Samsung Dikabarkan Akan Produksi Chip AI 2nm untuk Anthropic dan Meta
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Dosis Tunggal Psilocybin Ubah Struktur Otak Sebulan Kemudian
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
New York Harbor Gelar Parade Maritim Sail4th 250 yang Spektakuler
Sabtu / 04-07-2026, 21:17 WIB







