Sebuah studi baru mengungkap bahwa satu dosis psilocybin—senyawa aktif dalam jamur psikedelik—dapat menyebabkan perubahan struktural di otak yang bertahan hingga satu bulan kemudian.

Peneliti menggunakan diffusion tensor imaging (DTI) untuk melacak pergerakan molekul air di sepanjang jalur saraf.

>>> New York Harbor Gelar Parade Maritim Sail4th 250 yang Spektakuler

Hasil pemindaian menunjukkan penurunan difusivitas air yang signifikan pada jalur saraf utama yang menghubungkan area frontal dan tengah otak.

Dalam neuroimaging, penurunan difusivitas biasanya menandakan reorganisasi struktural, seperti pemangkasan serabut saraf yang redundan atau pertumbuhan koneksi saraf baru yang belum bermielin.

Pola ini kontras dengan degradasi saraf yang umum terjadi pada penuaan dan demensia.

Menguji Hipotesis Otak Entropi

Studi yang dipimpin oleh T. Lyons bersama kolaborator dari UCSF dan Imperial College London ini dirancang untuk menguji hipotesis otak entropi.

Model neurobiologis ini menyatakan bahwa psikedelik sementara mendorong otak ke kondisi entropi lebih tinggi, di mana aktivitas saraf menjadi lebih variabel dan fleksibel.

Dua puluh delapan sukarelawan sehat yang belum pernah mengonsumsi psikedelik berpartisipasi dalam studi terkontrol mandiri. Pada minggu pertama, mereka menerima dosis baseline 1 mg psilocybin sebagai plasebo klinis.

Pada minggu keempat, peserta yang sama menelan dosis terapeutik 25 mg psilocybin yang cukup untuk menginduksi pengalaman psikedelik penuh.

Satu bulan kemudian, pemindaian DTI dan MRI fungsional dilakukan untuk mengukur perubahan struktural jangka panjang.

Hubungan Antara Entropi Akut dan Kesejahteraan

Data menunjukkan kaitan antara intensitas pengalaman psikedelik dan perubahan neurologis berikutnya.

Dalam satu jam setelah dosis 25 mg, pembacaan EEG menangkap peningkatan entropi otak, menandakan otak memproses sinyal yang lebih luas dan kurang terbatas.