Studi Besar: Hanya Setengah Penelitian Ilmu Sosial yang Dapat Diandalkan
Sebuah studi kolosal yang melibatkan 865 peneliti selama tujuh tahun mengungkap fakta mengejutkan: hampir setengah dari penelitian ilmu sosial tidak lolos uji verifikasi ketat.
Proyek bernama Score (Systematizing Confidence in Open Research and Evidence) ini dipublikasikan di jurnal Nature dan menyoroti masalah kredibilitas dalam riset akademik.
>>> Otak Manusia Bisa Beradaptasi dengan Sayap VR, Studi Ungkap
Menguji 3.900 Publikasi
Score meneliti 3.900 makalah dari 62 jurnal akademik di bidang psikologi, ekonomi, pendidikan, dan sosiologi yang terbit antara 2009 hingga 2018.
Dari 600 studi yang diuji reprodusibilitasnya, hanya 145 yang memiliki detail cukup untuk dianalisis ulang. Dari jumlah itu, 53% menghasilkan temuan yang sama dengan studi asli.
Lebih buruk lagi, dalam 2% kasus, analisis alternatif justru menghasilkan kesimpulan yang bertentangan dengan studi asli.
Uji replikasi—yang paling ketat—memberikan hasil paling meresahkan. Dari 164 eksperimen yang direplikasi penuh, hanya 49% yang mengonfirmasi kesimpulan asli dengan signifikansi statistik yang memadai.
Tim Errington, direktur riset di Center for Open Science, mengatakan kegagalan ini bukan berarti sains sedang runtuh. Banyak studi hanya kekurangan detail metodologis untuk direproduksi dengan setia.
"Ini bukan soal kecurangan, melainkan kurangnya transparansi," ujarnya.
Tanda Kemajuan
Abel Brodeur, ekonom dari University of Ottawa, menganalisis 110 artikel yang terbit pada 2022 dan 2023. Hasilnya, 85% di antaranya dapat direproduksi secara komputasional.
Ini menunjukkan peningkatan dibandingkan publikasi dekade sebelumnya dan menandakan kesadaran komunitas ilmiah terhadap isu ini.
Alat penilaian otomatis berpotensi mengubah cara peneliti mengevaluasi karya mereka. Bayangkan bisa memeriksa skor keandalan sebelum mengutip sebuah studi.
Pelajaran paling berharga dari proyek ini adalah bahwa tidak ada satu studi pun yang cukup untuk menetapkan kebenaran.
>>> Elon Musk Marah Besar Usai Dihadapkan Fakta Korban Pemotongan Dana USAID
Sains maju melalui akumulasi, konfrontasi, dan pengulangan.
Update Terbaru
Ramalan Zodiak 1 Juli: Aries Jangan Panik, Gemini Kontrol Keinginan Belanja
Rabu / 01-07-2026, 08:10 WIB
Kisah Haru di Balik Viral Tangis Histeris Pengantin Pria yang Bikin MC Kaget
Rabu / 01-07-2026, 08:10 WIB
Baca Online Nano Machine Chapter 318 Hari Ini, Cek Jam Rilisnya
Rabu / 01-07-2026, 08:00 WIB
GAIKINDO Apresiasi Dukungan Pemerintah, Usul Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Ratusan Anak Prasejahtera
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Mark Hamill Akui Tak Paham Twisted Metal, Tapi Nikmati Peran Paus New York
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Perwakilan Serikat Pekerja Rockstar: Bos GTA 6 Mampu Penuhi Tuntutan Karyawan
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Blake Lively dan Ryan Reynolds Berjuang Pertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Publik
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Presiden Paraguay Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Rp809 Miliar, Harta Tak Cukup
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Daftar Penerima Bantuan PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah Cair Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Pajak JHT 5 Persen Picu Penolakan Buruh, KSPSI Desak Pemerintah Cabut Kebijakan
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pilkada Langsung Tetap Berlaku
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB






