Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, dalam menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional di tengah dinamika ekonomi global dan transformasi teknologi kendaraan.

Menurut GAIKINDO, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis seperti insentif fiskal, kemudahan investasi, dan forum komunikasi dengan pelaku industri.

>>> Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Ratusan Anak Prasejahtera

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan hubungan antara pemerintah dan industri otomotif dibangun melalui komunikasi terbuka dan kebijakan berkesinambungan.

"GAIKINDO melihat pemerintah telah menunjukkan komitmen konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional.

Berbagai kebijakan mulai dari fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog rutin merupakan bentuk nyata upaya pemerintah," ujar Anton.

Dukungan Melalui USDFS dan PPN DTP

Salah satu bentuk dukungan adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS).

Berdasarkan catatan GAIKINDO, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar sejak Juli 2008 hingga Desember 2025.

Dari total 74 perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut, sebanyak 57 perusahaan berasal dari sektor otomotif.

Skema ini memberikan pembebasan bea masuk atas impor bahan baku dan komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga meningkatkan efisiensi biaya produksi dan daya saing industri.

Kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan pasar otomotif nasional.

Insentif tersebut dimanfaatkan oleh berbagai produsen kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai ketentuan, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, dan Isuzu.