Gaikindo Minta Insentif Otomotif Tak Hanya untuk Mobil Listrik
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah memperluas kebijakan stimulus untuk industri otomotif nasional.
Menurut Gaikindo, insentif sebaiknya tidak hanya difokuskan pada mobil listrik berbasis baterai (BEV), melainkan juga kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid (HEV), dan plug-in hybrid (PHEV).
>>> Bank Dunia Hapus Target 45 Persen Pinjaman Iklim karena Tekanan AS
Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumonty, mengapresiasi langkah pemerintah selama ini dalam menjaga daya saing industri.
"Gaikindo melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional," ujar Anton dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Ia menambahkan bahwa berbagai kebijakan seperti fasilitas investasi, insentif fiskal, dan forum dialog rutin merupakan bentuk nyata upaya pemerintah.
Beberapa kebijakan yang sudah berjalan antara lain fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS), insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), dan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Data Gaikindo mencatat, fasilitas USDFS telah dimanfaatkan oleh 74 perusahaan hingga akhir 2025, dengan 57 di antaranya dari sektor otomotif.
Sementara itu, PPN DTP dinilai efektif menjaga permintaan mobil dan lapangan kerja saat pasar lesu.
>>> Cuaca Ekstrem dan Gangguan Infrastruktur Melanda Beberapa Wilayah AS
Anton juga memuji ruang komunikasi yang terbuka lewat forum seperti Indonesia–Japan Automobile Dialogue.
Namun, Gaikindo menilai tantangan ke depan semakin besar sehingga diperlukan dukungan yang lebih merata.
"Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri," tegasnya.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengusulkan agar stimulus diberikan ke seluruh teknologi kendaraan, baik ICE, HEV, maupun PHEV, bukan hanya BEV.
Tujuannya agar seluruh ekosistem merasakan manfaatnya, terutama saat pasar melambat.
"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari China yang saat ini mulai berinvestasi menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama," ujar Jongkie.
>>> LG Luncurkan StanbyME 2 Max, Tiru Konsep TV Portabel Samsung
Kebijakan yang merangkul semua teknologi ini diyakini dapat menjaga pertumbuhan pasar dan meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di kancah regional.
Update Terbaru
Ramalan Zodiak 1 Juli: Aries Jangan Panik, Gemini Kontrol Keinginan Belanja
Rabu / 01-07-2026, 08:10 WIB
Kisah Haru di Balik Viral Tangis Histeris Pengantin Pria yang Bikin MC Kaget
Rabu / 01-07-2026, 08:10 WIB
Baca Online Nano Machine Chapter 318 Hari Ini, Cek Jam Rilisnya
Rabu / 01-07-2026, 08:00 WIB
GAIKINDO Apresiasi Dukungan Pemerintah, Usul Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Ratusan Anak Prasejahtera
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Mark Hamill Akui Tak Paham Twisted Metal, Tapi Nikmati Peran Paus New York
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Perwakilan Serikat Pekerja Rockstar: Bos GTA 6 Mampu Penuhi Tuntutan Karyawan
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Blake Lively dan Ryan Reynolds Berjuang Pertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Publik
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Presiden Paraguay Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Rp809 Miliar, Harta Tak Cukup
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Daftar Penerima Bantuan PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah Cair Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Pajak JHT 5 Persen Picu Penolakan Buruh, KSPSI Desak Pemerintah Cabut Kebijakan
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pilkada Langsung Tetap Berlaku
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB






