Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Ardianto Satriawan menyoroti perubahan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial bagi calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Perubahan ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Materi latihan menembak resmi dihapus dari kurikulum.

>>> Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak

Ardianto mempertanyakan apakah biaya pelatihan sebesar Rp45 juta per orang ikut dipangkas. "Latsarmil Kopdes akhirnya diubah jadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial!!

Latihan menembak tidak menjadi bagian lagi. Pertanyaannya, apakah ada pemangkasan biaya yang 45 juta/ orang itu??"

tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (1/7).

Sebagai catatan, biaya pelatihan calon manajer Kopdes mencapai Rp45 juta per peserta. Rinciannya, Rp30 juta untuk Latsarmil dan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi.

Penjelasan Kemhan

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa perubahan istilah dan materi dilakukan setelah evaluasi bersama.

>>> Mexico Perpanjang Rekor Dominan di Estadio Ciudad de Mexico pada Piala Dunia 2026

"Sebagai tindak lanjut evaluasi bersama, Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan.

Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Rico, Senin (29/6/2026).

Fokus pelatihan kini diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial.

Kemhan juga resmi menghapus materi yang bersifat teknis militer, termasuk latihan menembak. "Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini.

>>> Prancis vs Paraguay di 16 Besar Piala Dunia 2026, Mbappe Kejar Messi

Intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil," jelas Rico.