Beda dengan Malaysia Respons EV China, AHY: Indonesia Tak Boleh Takut Hadapi Dominasi Mobil Listrik China

Pemerintah Malaysia mulai membatasi masuknya kendaraan listrik impor utuh (CBU) mulai Juli 2026.
Kebijakan itu hanya mengizinkan kendaraan dengan nilai CIF minimal 200.000 ringgit dan daya minimal 180 kW.
>>> Jahira, Jahe Merah Unggulan Indonesia Siap Naik Kelas ke Industri Global
Langkah Malaysia diperkirakan membuat harga jual mobil listrik impor di atas 300.000 ringgit.
Hal itu berpotensi mengurangi daya saing mobil listrik kelas menengah asal China dibandingkan merek lokal seperti Proton dan Perodua.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Indonesia tidak boleh takut menghadapi dominasi produsen EV China.
Ia menilai dominasi itu harus dijadikan tantangan untuk mempercepat pembangunan industri kendaraan listrik nasional.
Dalam konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik Grab di Jakarta, Senin (29/6/2026), AHY mengatakan China memang telah menjadi pemain utama di pasar EV dunia.
Namun, keberhasilan itu lahir dari proses panjang yang dimulai dengan percobaan, pengembangan, dan riset.
"Tiongkok bisa dikatakan merajai pasar EV dunia, banyak yang kemudian merasa berat menghadapi Tiongkok.
Tapi juga jangan lupa namanya memulai, tentu diawali dengan ketidaksempurnaan, penuh trial and error kemudian pengembangan diikuti dengan riset-riset berikutnya.
>>> Samsung Galaxy M47 5G Resmi Meluncur di India, Bawa Layar 120Hz dan Baterai 6000mAh
Ada negara-negara tetangga kita juga berani dan berhasil untuk mengembangkan industri kendaraan listriknya.
Indonesia juga saya rasa punya kemampuan itu, punya kapasitas itu, tentu kita tidak boleh takut bersaing," kata AHY.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk membangun industri kendaraan listrik nasional, mulai dari kekayaan sumber daya alam hingga sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi otomotif.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






