Perlombaan luar angkasa tidak lagi sekadar soal siapa yang meluncurkan roket terbesar.

Kini pertarungan meliputi siapa yang mengendalikan akses internet, kekuatan komputasi AI, komunikasi pertahanan, dan jalur orbit yang semakin padat di atas Bumi.

>>> Elon Musk Marah Besar Usai Dihadapkan Fakta Korban Pemotongan Dana USAID

SpaceX berencana melantai di bursa dengan IPO senilai rekor 75 miliar dolar AS. Langkah itu memicu respons cepat dari China.

Menurut laporan Reuters, setidaknya tujuh perusahaan roket dan satelit China tengah mempersiapkan IPO atau pra-IPO.

Namun analis memperingatkan bahwa banyak dari perusahaan itu masih tertinggal dari SpaceX dalam hal roket yang dapat digunakan kembali, produksi satelit, dan skala pendapatan.

LandSpace Incar Jalur Cepat Roket Daur Ulang

China telah mengubah aturan untuk membantu perusahaan mengejar ketertinggalan.

Reuters melaporkan bahwa perusahaan roket komersial China yang mengembangkan teknologi daur ulang bisa menggunakan jalur cepat di STAR Market Shanghai, dengan persyaratan keuangan yang dilonggarkan jika memenuhi pencapaian teknologi tertentu.

LandSpace menjadi pusat perhatian.

Dokumen sponsor pencatatannya menyebut frekuensi satelit dan sumber daya orbital sebagai aset strategis yang langka, dan secara langsung menunjuk pada 'keunggulan first-mover' SpaceX.

Dokumen yang sama juga menghubungkan konstelasi satelit dengan pemantauan lingkungan, pertanian, respons bencana, komunikasi jarak jauh, dan keamanan nasional.

Perusahaan antariksa komersial China mempercepat pengembangan roket daur ulang dan penyebaran konstelasi satelit untuk menantang dominasi pasar SpaceX.

Uji coba Zhuque-3 LandSpace pada Desember 2025 menjadikannya perusahaan swasta China pertama yang melakukan uji coba roket daur ulang penuh, meskipun pemulihan pendorongnya tidak berhasil.

Perusahaan menargetkan percobaan pemulihan lain pada pertengahan 2026.