Matahari Buatan China Cetak Rekor Baru dengan Magnet Superkonduktor Terbesar
Proyek reaktor fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) atau 'Matahari buatan' China kembali mencatat pencapaian baru.
Para peneliti berhasil menyelesaikan pengembangan dan pengujian dua komponen paling krusial dalam reaktor fusi tersebut.
>>> Pegadaian Kirim Tujuh Talenta Terbaik Tempuh Magister di Luar Negeri
Kedua komponen itu adalah magnet superkonduktor terbesar di dunia yang dirancang khusus untuk reaktor fusi nuklir.
Keberhasilan ini menandai pencapaian besar China dalam memproduksi 100 persen teknologi inti proyek tersebut di dalam negeri.
Lompatan teknologi ini diraih oleh tim peneliti dari Institute of Plasma Physics di bawah naungan Chinese Academy of Sciences (ASIPP) yang berbasis di Hefei, Provinsi Anhui, China Timur.
Magnet Raksasa Pengurung Plasma
Salah satu magnet raksasa tersebut adalah magnet medan toroidal berbentuk huruf 'D' dengan dimensi masif: panjang 21 meter, lebar 12 meter, tinggi 3,3 meter, dan bobot total 528 ton.
Wu Yu, peneliti di ASIPP, menjelaskan bahwa magnet ini berfungsi mengurung plasma agar pusaran plasma super panas tetap berada di tengah ruang hampa dan tidak menyentuh dinding reaktor.
Kekuatan medan magnet ini akan menentukan seberapa tinggi suhu dan kerapatan plasma yang bisa dihasilkan.
Pakar teknologi elektromagnetik China Song Zhongping mengibaratkan magnet ini seperti 'sangkar kokoh dari baja antikarat tebal' yang melindungi bola api plasma bersuhu luar biasa panas.
Tanpa magnet ini, plasma tidak bisa dikendalikan dan reaksi fusi nuklir mustahil terjadi.
Pecahkan Rekor Dunia
Direktur ASIPP Song Yuntao mengatakan, seluruh material mulai dari baja khusus, bahan isolasi, hingga bahan superkonduktor yang digunakan 100 persen buatan dalam negeri.
>>> Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
Update Terbaru
Baca Online Nano Machine Chapter 318 Hari Ini, Cek Jam Rilisnya
Rabu / 01-07-2026, 08:00 WIB
GAIKINDO Apresiasi Dukungan Pemerintah, Usul Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Ratusan Anak Prasejahtera
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Mark Hamill Akui Tak Paham Twisted Metal, Tapi Nikmati Peran Paus New York
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Perwakilan Serikat Pekerja Rockstar: Bos GTA 6 Mampu Penuhi Tuntutan Karyawan
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Blake Lively dan Ryan Reynolds Berjuang Pertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Publik
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Presiden Paraguay Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Rp809 Miliar, Harta Tak Cukup
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Daftar Penerima Bantuan PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah Cair Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Pajak JHT 5 Persen Picu Penolakan Buruh, KSPSI Desak Pemerintah Cabut Kebijakan
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pilkada Langsung Tetap Berlaku
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Pasangan Hollywood Hadapi Sorotan Publik Akibat Dugaan Keretakan Rumah Tangga
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Ian Poulter Incar Terobosan Major di U.S. Senior Open
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB






