Toyota kembali mencatat penurunan penjualan global pada Mei 2026. Ini adalah bulan keempat berturut-turut di mana angka penjualan pabrikan asal Jepang itu merosot.

Secara total, Toyota menjual 834.729 kendaraan di seluruh dunia pada Mei. Angka itu turun 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

>>> Hyundai Ioniq 3 Versi Standar Meluncur, Lebih Bersih dan Terjangkau

Jika anak usahanya, Daihatsu, ikut dihitung, penjualan global Toyota turun 7,4% menjadi 885.207 unit. Produksi juga ikut menurun 5,8% menjadi 857.765 unit.

Penurunan ini berdampak pada proyeksi keuangan Toyota.

Perusahaan kini memperkirakan pendapatan operasional sebesar 3 triliun yen (sekitar $18,8 miliar) hingga Maret 2027, di bawah estimasi dan laba tahun lalu yang mencapai 3,8 triliun yen ($23,4 miliar).

China Jadi Biang Kerok Penurunan di Asia

Penurunan terbesar terjadi di kawasan Asia. Penjualan Toyota di Asia turun 17,2% pada Mei menjadi 224.366 kendaraan.

China menjadi penyebab utama dengan penjualan yang ambles 31,7% year-on-year menjadi 102.299 unit.

Toyota menyebutnya sebagai "lingkungan pasar yang menantang" dan menyalahkan harga bensin yang tinggi di negara tersebut.

Sepanjang Januari-Mei 2026, Toyota hanya menjual 579.419 kendaraan di China. Angka itu 15% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Negara Asia lain juga mengalami penurunan. Filipina turun 13,4%, Malaysia turun 18,2%, dan Pakistan ambles 24,7%.

Amerika Utara dan Eropa Relatif Stabil

Berbeda dengan Asia, penjualan Toyota di Amerika Utara hanya turun tipis 0,1% year-on-year menjadi 280.539 unit pada Mei.

>>> Stellantis Hidupkan Kembali Merek Autobianchi demi Alasan Hukum

Angka itu bahkan naik dari 261.979 unit pada April.