Stellantis Hidupkan Kembali Merek Autobianchi demi Alasan Hukum

Stellantis dilaporkan menghidupkan kembali merek Autobianchi yang sudah mati selama 30 tahun. Langkah ini dilakukan bukan untuk meluncurkan model baru, melainkan untuk alasan hukum terkait merek dagang.
Sebuah prototipe Fiat Pandina tertangkap kamera sedang diuji dengan lencana Autobianchi. Foto dari jurnalis Italia Quattroruote menunjukkan mobil yang disamarkan dengan tulisan 'Tributo Autobianchi' di pintu belakang.
>>> BMW X5 2027: Desain Baru, Varian Hybrid, dan iX5 Listrik Jarak 435 Mil
Edisi khusus ini kemungkinan besar didasarkan pada Pandina Cross yang tangguh, dengan banyak pelapis plastik di sekeliling bodi.
Perubahan eksterior mungkin termasuk trim baru di bumper depan, velg berbeda, dan warna beige-cokelat vintage yang mengingatkan pada palet Autobianchi lama.
Interior juga diharapkan mendapat sentuhan khusus, mungkin dengan aksen retro dan material baru. Namun, tidak ada perubahan mekanis yang diharapkan dibandingkan dengan model standar.
Autobianchi lahir pada 1955 sebagai usaha patungan antara Bianchi, Pirelli, dan Fiat.
Merek ini membangun reputasi pada mobil kecil, dan A112 menjadi model paling sukses dengan lebih dari 1,2 juta unit terjual sebelum produksi berakhir pada 1986.
>>> Ford Tarik 741.000 SUV dan Pikap karena Risiko Transmisi, 36.000 Bronco Raptor Bermasalah
Merek itu sendiri menghilang pada 1995, meskipun Stellantis masih memegang haknya.
Mengapa menghidupkan merek yang sudah mati selama tiga dekade? Jawabannya mungkin terletak pada peraturan merek dagang Eropa.
Aturan saat ini menyatakan bahwa produsen mobil yang gagal menggunakan merek dagang terdaftar pada kendaraan produksi dalam jangka waktu tertentu berisiko kehilangan hak hukum atas nama tersebut.
Dengan merilis versi Tributo Autobianchi dari Pandina, Stellantis secara efektif mengatur ulang jam, menjaga warisan Italia tetap hidup dan di bawah kendalinya.
Beberapa tahun lalu, pemerintah Italia dilaporkan mempertimbangkan untuk menawarkan merek Autobianchi dan Innocenti yang tidak aktif kepada produsen China.
>>> Generasi Terbaru Mazda MX-5 Bisa Jadi yang Terakhir Bermesin Bensin
Dengan Fiat mendapatkan kembali hak atas nama tersebut, skenario itu kini tampak kurang mungkin terjadi.
Update Terbaru
Elon Musk Dihadapkan pada Daftar Nama Anak-Anak yang Tewas Akibat Pemotongan Bantuan AS
Selasa / 30-06-2026, 23:35 WIB
GIIAS 2026 Buka Tiket Presale dengan Diskon 50 Persen
Selasa / 30-06-2026, 23:35 WIB
Berhenti Mencari Aplikasi Produktivitas Sempurna, Saya Membuat Sistem Sendiri
Selasa / 30-06-2026, 23:35 WIB
Bocoran Event Gratis Free Fire 1 Juli 2026: Ada Magic Cube dan Skin Evo
Selasa / 30-06-2026, 23:35 WIB
Google Uji Coba Gmail Live, Fitur Baru untuk Cari Email Pakai Suara
Selasa / 30-06-2026, 23:35 WIB
Pulau Hainan China Perkirakan 8,25 Juta Perjalanan Udara Musim Panas
Selasa / 30-06-2026, 23:35 WIB
Indonesia Akan Tingkatkan Ekspor Kakao dan CPO ke Belarus
Selasa / 30-06-2026, 23:35 WIB
Crunchyroll Tambah Deretan Judul Baru untuk Jadwal Musim Panas 2026
Selasa / 30-06-2026, 23:28 WIB
Gamepad Penerbangan Echo Aviation Hadir untuk Xbox, PS5 Belum Pasti
Selasa / 30-06-2026, 23:28 WIB
Luhut Sebut GovTech Bisa Hemat Anggaran Negara Rp1.500 Triliun
Selasa / 30-06-2026, 23:28 WIB
Harta Nadiem Naik Rp4,87 Triliun, Hakim Minta Diusut Lewat TPPU
Selasa / 30-06-2026, 23:28 WIB
PS5 Dominasi Penjualan Game AAA Single-Player hingga 80%
Selasa / 30-06-2026, 23:25 WIB
Indonesia dan Malaysia Sepakati Pokok Perjanjian Transfer Narapidana
Selasa / 30-06-2026, 23:25 WIB
Pemerintah Jajaki Impor Susu dari Belarus untuk Program MBG
Selasa / 30-06-2026, 23:24 WIB






