Pemerintah Indonesia mulai menjajaki impor produk susu dari Belarus untuk menambah pasokan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rencana tersebut dibahas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich di Jakarta, Selasa.

>>> Marriage Toxin TV Anime Dapatkan Season 2 pada 2027

Pertemuan itu berlangsung di sela Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching.

Penjajakan impor susu menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Kerja sama ini juga mencakup sektor pertanian, industri, kesehatan, pendidikan, dan perdagangan.

Kerja Sama Sektor Pertanian dan Industri

Di sektor pertanian, Belarus menyatakan kesiapan berbagi pengalaman dalam mekanisasi pertanian. Termasuk pengembangan mesin pertanian, alat panen, transportasi pertanian, transfer teknologi, hingga pembangunan fasilitas perakitan lokal.

Airlangga mengatakan Indonesia ingin mendorong kerja sama yang memberikan manfaat nyata melalui investasi bersama, pengembangan industri, dan peningkatan perdagangan bilateral.

Di sektor industri, kedua negara membahas peluang investasi, pembangunan fasilitas produksi dan perakitan lokal, serta alih teknologi.

Perusahaan Belarus seperti MAZ, BelAZ, dan Minsk Tractor Works (MTZ) dinilai memiliki peluang memperluas kerja sama di bidang kendaraan industri berat dan mesin pertanian.

>>> Blake Lively Minta Biaya Hukum Rp128 Miliar Usai Lawan Gugatan Baldoni

Indonesia dan Belarus juga membahas percepatan implementasi Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) untuk memperluas akses pasar.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut nilai perdagangan Indonesia dengan EAEU saat ini mencapai sekitar 5,3 miliar dolar AS.

Sementara perdagangan bilateral Indonesia-Belarus masih sekitar 221 juta dolar AS, sehingga dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.

Kerja Sama Kesehatan dan Pendidikan

Selain ekonomi, kedua negara menjajaki kerja sama di bidang kesehatan melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penjajakan kerja sama industri farmasi.

Di bidang pendidikan, Airlangga menyampaikan penguatan kerja sama menjadi prioritas.

>>> Argumen 1% Emisi Pemimpin Dunia Tidak Masuk Akal

Indonesia dan Belarus sepakat menjajaki program mobilitas mahasiswa selama satu tahun dengan target awal sekitar 100 hingga 200 mahasiswa per tahun, khususnya di bidang STEMM.