Aktris Blake Lively secara resmi meminta pengadilan untuk membayar biaya hukum sebesar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp128 miliar.

Permintaan ini diajukan pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah hakim federal memutuskan bahwa ia berhak mendapatkan penggantian biaya.

>>> Argumen 1% Emisi Pemimpin Dunia Tidak Masuk Akal

Biaya tersebut mencakup pengeluaran Lively antara Januari hingga Juni 2025 saat melawan gugatan balik senilai 400 juta dolar AS yang diajukan oleh sutradara Justin Baldoni.

Kasus ini akhirnya diselesaikan pada Mei 2026.

Dalam memorandum hukum setebal 15 halaman, tim kuasa Lively mengkritik strategi litigasi pihak lawan. Mereka menyebut gugatan balik itu sebagai upaya yang disengaja untuk merusak reputasi sang aktris.

"Lively dengan hormat meminta Pengadilan memberikan biaya pengacara yang wajar sebesar 7.495.526,87 dolar AS dan biaya sebesar 539.514,01 dolar AS," demikian bunyi surat dari tim hukum Lively.

Pengacara Michael Gottlieb dan Esra Hudson mengecam tindakan Baldoni dan perusahaannya.

Mereka menyebut adanya kampanye pers hampir setiap hari untuk mempromosikan gugatan palsu, permintaan bukti yang tidak relevan, dan upaya menghalangi proses hukum.

>>> Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026

"Penyalahgunaan sistem hukum ini tidak dimaksudkan untuk menang di pengadilan," tulis tim hukum Lively.

"Tujuannya adalah membalas Lively dengan memfitnahnya, mengintimidasi saksi dan media, serta mencegah orang lain berbicara."

Dalam pernyataan resmi, Gottlieb dan Hudson menekankan pentingnya putusan ini sebagai preseden.

"Berkat putusan penting ini, mereka yang menggunakan gugatan sebagai senjata intimidasi telah diperingatkan bahwa ada konsekuensinya," ujar mereka.

Mereka menambahkan bahwa nilai putusan ini terletak pada preseden yang diciptakan, akuntabilitas yang diterapkan, dan perlindungan bagi mereka yang mungkin menghadapi pembalasan serupa di masa depan.

>>> Pernikahan Taylor Swift: Garda Nasional Berjaga di Luar MSG

Baldoni dan Wayfarer Studios memiliki waktu hingga 13 Juli untuk menentang atau menyetujui pembayaran biaya hukum sebesar 8 juta dolar AS tersebut.