Luhut Sebut GovTech Bisa Hemat Anggaran Negara Rp1.500 Triliun
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan transformasi digital pemerintahan (GovTech) secara nasional pada Oktober 2026. Program ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara lebih dari Rp1.500 triliun.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan potensi penghematan tersebut telah dihitung dan dilaporkan kepada Presiden.
>>> Harta Nadiem Naik Rp4,87 Triliun, Hakim Minta Diusut Lewat TPPU
Menurutnya, angka itu realistis.
Luhut menjelaskan, efisiensi anggaran diperoleh dari penyatuan berbagai layanan pemerintah, penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, serta perbaikan tata kelola melalui teknologi digital.
Ia menegaskan transformasi digital menjadi program prioritas Presiden yang akan menjadi fondasi pemerintahan berbasis digital dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Saat ini, data dari delapan kementerian dan lembaga telah terintegrasi dan mulai diproses menggunakan AI. Pemerintah juga memperkuat sistem keamanan data melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pemerintah tengah memperluas uji coba transformasi digital ke 43 kabupaten dan kota setelah sebelumnya diterapkan di Banyuwangi.
>>> PS5 Dominasi Penjualan Game AAA Single-Player hingga 80%
Luhut menyebut Surabaya menunjukkan perkembangan lebih cepat sehingga peluang perluasan ke ratusan daerah terbuka sebelum peluncuran nasional.
Luhut menegaskan pemerintah tidak membeli atau mengimpor perangkat lunak baru. Sebaliknya, sekitar 27 ribu aplikasi yang sudah ada di kementerian dan lembaga akan diintegrasikan untuk menekan biaya.
Seluruh perangkat lunak yang digunakan dikembangkan oleh talenta Indonesia. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu bergantung pada produk luar negeri.
Manfaat transformasi digital tidak hanya efisiensi anggaran.
>>> Indonesia dan Malaysia Sepakati Pokok Perjanjian Transfer Narapidana
Program ini diharapkan meningkatkan ketepatan sasaran bansos, mencegah korupsi, dan mendorong rasio pajak Indonesia naik dari sekitar 9 persen menjadi 11-13 persen, mendekati rata-rata ASEAN.
Update Terbaru
Elon Musk Marah Besar Usai Dihadapkan Fakta Korban Pemotongan Dana USAID
Rabu / 01-07-2026, 00:37 WIB
FF Free Fire Beta v18.6 APK NEXA Kipas ModFYP: Perbedaan, Kelebihan, dan Kekurangan
Rabu / 01-07-2026, 00:36 WIB
Cara Gratis Dapatkan Skin Spesial Kolaborasi Mobile Legends x Street Fighter 6
Rabu / 01-07-2026, 00:36 WIB
Rencana Samsung Tekan Harga Galaxy S27 Gagal, Siap-siap Bayar Lebih Mahal
Rabu / 01-07-2026, 00:36 WIB
Google Home Speaker Lambat dan Tidak Responsif Pagi Ini? Banyak yang Mengalami
Rabu / 01-07-2026, 00:36 WIB
Indonesia Terapkan Mekanisme Pemungutan Pajak Baru bagi Penjual Marketplace
Rabu / 01-07-2026, 00:36 WIB
Kebakaran Hanguskan 2 Hektare di TPA Tangerang
Rabu / 01-07-2026, 00:36 WIB
Assassin's Creed Black Flag Resynced Hadirkan Pertarungan Modern dan Lebih Aksi
Rabu / 01-07-2026, 00:30 WIB
Fans GTA 6 Mulai Menganalisis Otot Jason Demi Petunjuk Game
Rabu / 01-07-2026, 00:30 WIB
OceanVeil Akan Streaming Light Anime Perfect Addiction Mulai 8 Juli
Rabu / 01-07-2026, 00:29 WIB
Prediksi Piala Dunia Ekonom Joachim Klement Gagal untuk Pertama Kalinya
Rabu / 01-07-2026, 00:29 WIB
Ibu Harry Dunn: Kasus Sarah Steele Bukti Sistem Gagal Lindungi Warga Inggris
Rabu / 01-07-2026, 00:29 WIB
Bank Mayapada Tahan Laba Rp28,97 Miliar untuk Modal, Rombak Direksi dan Komisaris
Rabu / 01-07-2026, 00:28 WIB
Pemerintah Buka PMN 2026, Gaji Peserta Capai Rp6 Juta per Bulan
Rabu / 01-07-2026, 00:28 WIB






