Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Otoritas kesehatan Michigan mengonfirmasi lonjakan kasus Cyclosporiasis di wilayah tenggara negara bagian tersebut. Lebih dari 150 orang dilaporkan terinfeksi sejak Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan (MDHHS), angka ini jauh melampaui rata-rata tahunan yang hanya sekitar 50 kasus.
>>> Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Wabah ini tersebar di tujuh county, yaitu Monroe, Lenawee, Washtenaw, Wayne, Livingston, Shiawassee, dan Jackson.
County Monroe mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 67 infeksi.
Lindsay Patrick dari Departemen Kesehatan County Monroe mengatakan pihaknya masih menyelidiki sumber wabah yang disebabkan oleh parasit usus yang terkait dengan makanan terkontaminasi.
Petugas kesehatan saat ini berupaya mengidentifikasi titik paparan umum.
Sebagai langkah pencegahan, mereka menyarankan semua produk segar harus dicuci bersih, baik yang disiapkan di restoran maupun di rumah.
>>> Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Patrick menjelaskan bahwa Cyclosporiasis disebabkan oleh parasit Cyclospora cayatenensis yang menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi tinja.
Pilihan pengobatan terkadang terbatas tergantung pada kondisi pasien.
Seorang warga setempat, Lisa Vanhoose, yang sedang dalam masa pemulihan, menceritakan pengalamannya setelah dirawat di rumah sakit. Ia mengaku mengonsumsi salad dari restoran cepat saji sebelum jatuh sakit.
Gejala Cyclosporiasis biasanya muncul 2 hingga 12 hari setelah paparan, meliputi diare encer yang sering, kram perut, kembung, dan kehilangan nafsu makan.
Vanhoose mendesak siapa pun yang mengalami gejala untuk segera mencari pertolongan medis.
>>> Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
MDHHS saat ini berkoordinasi dengan departemen kesehatan setempat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), serta Departemen Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Michigan (MDARD) untuk menyelidiki peningkatan kasus ini.
Update Terbaru
90+ Pinjol Legal OJK 2026 dengan Tenor Bulanan yang Aman dan Cepat Cair
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
James Kennedy dari 'Vanderpump Rules' Bertunangan dengan Jordan Meyers
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mahfud MD: Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Sudah Saya Duga
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mbappe Samai Messi, Prancis Melesat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir, KNVB Tempuh Jalur Hukum Lawan Rasisme
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Amerika Enggan Cairkan Dana Beku Iran US$6 Miliar, Sebut Tak Sesuai Perjanjian
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp13 Miliar Akibat Serangan Anjing
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Jadwal Baru Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Hydration Break Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Prabowo Sematkan Tanda Kehormatan Samkaryanugara ke 2 Satker dan 10 Polda
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Pernikahan Taylor Swift di MSG: Biaya Polisi Capai Rp2,5 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Piala Dunia 2026 Buktikan Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Buruh Tolak Kemasan Rokok Polos: Bukan Solusi Tapi Masalah Baru
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB






