Gusi berdarah tidak boleh dianggap sepele. Studi terbaru menemukan bahwa kondisi ini bisa menjadi penanda awal penyakit ginjal.

Gusi berdarah merupakan gejala utama periodontitis, yaitu peradangan serius pada jaringan penyangga gigi. Periodontitis terjadi saat plak dan bakteri menumpuk di sekitar gigi hingga menyebabkan infeksi.

>>> UEFA Kecam FIFA Soal Penangguhan Sanksi Kartu Merah Balogun

Kini, semakin banyak bukti menunjukkan dampak periodontitis bisa meluas jauh, tidak hanya terbatas pada kesehatan mulut.

Studi teranyar mengungkapkan bahwa gusi berdarah juga bisa menjadi salah satu tanda penyakit ginjal kronis.

Temuan Studi dari Jerman

Penelitian dilakukan oleh tim dari Universitas Hamburg-Eppendorf, Jerman. Studi berbasis populasi besar ini meneliti hubungan antara periodontitis dengan penanda awal gangguan ginjal.

Studi melibatkan 6.179 peserta dari Studi Kesehatan Kota Hamburg. Semua peserta menjalani pemeriksaan periodontal terperinci, dengan tingkat keparahan penyakit diklasifikasikan berdasarkan sistem AAP/EFP.

Kesehatan ginjal dinilai menggunakan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan rasio albumin-kreatinin urine (uACR). Kadar protein C-reaktif dan interleukin juga diukur untuk mengevaluasi kontribusi peradangan sistemik.

Analisis mengungkapkan hubungan yang konsisten antara kesehatan periodontal yang rendah dengan memburuknya fungsi ginjal.

"Penelitian ini menyoroti kesehatan mulut sebagai jendela potensial untuk kesehatan ginjal," ujar pemimpin studi, Profesor Ghazal Aarabi.

>>> AS Mulai Tinggalkan Israel? Ini Faktanya

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Oral Science ini menemukan, prevalensi periodontitis berat pada orang dengan fungsi ginjal normal sebesar 14 persen.

Angka ini meningkat menjadi 36 persen pada mereka yang mengalami penurunan fungsi ginjal sedang.

Pola serupa juga diamati pada albumin. Penyakit periodontal umum ditemukan seiring peningkatan kadar albumin dalam urine, yang menandakan kerusakan ginjal.

Hubungan antara ginjal dan gusi berdarah tetap ditemukan meski peneliti telah menyesuaikan dengan faktor risiko lain seperti usia, jenis kelamin, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Periodontitis tetap terkait dengan eGFR rendah dan uACR lebih tinggi.

Penyakit ginjal kronis adalah kondisi saat fungsi ginjal terus menurun secara bertahap setidaknya selama tiga bulan. Akibatnya, limbah dan cairan dapat menumpuk di dalam tubuh.

>>> KPK Periksa Istri Polisi Terkait Aset Anggota DPR Heri Gunawan

Sayangnya, penyakit ginjal kronis sering muncul tanpa gejala. Oleh karena itu, mengidentifikasinya melalui kesehatan mulut bisa menjadi cara deteksi dini yang tepat.