Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mengubah lanskap dunia kerja. Sebagian pekerjaan diprediksi hilang, sementara profesi baru bermunculan.

XLSmart berkomitmen menyiapkan talenta digital melalui program "Future Ready". Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menghubungkan peserta dengan peluang kerja nyata.

>>> Honda dan Nissan Dikabarkan Segera Jalin Kerja Sama Strategis

Director and Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan kebutuhan kompetensi berubah lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu.

"Banyak tempat kerja yang hilang dari segi kompetensi, digantikan dengan tempat kerja yang butuh skill baru," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, 4 Juli 2026.

XLSmart bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI meluncurkan Future Ready. Program ini dirancang sebagai ekosistem yang mencakup pembelajaran, sertifikasi, mentoring, magang, hingga akses rekrutmen melalui mitra perusahaan.

"Kita sudah certified, kita yang akan menyalurkan digital talent itu, dengan target 1.000 orang," kata Merza.

Target tersebut mencakup peserta yang mendapatkan magang atau pekerjaan melalui kolaborasi mitra industri.

Merza menekankan pentingnya kesiapan kompetensi di tengah bonus demografi. "Kalau nanti 19 juta lapangan pekerjaan ini benar-benar datang, kalau kita belum siap ya bahaya," sambungnya.

Data XLSmart menunjukkan sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Namun, 90 persen pekerjaan masa depan membutuhkan keterampilan digital dasar.

Tiga dari sepuluh perusahaan masih kesulitan mendapatkan talenta digital siap kerja.

>>> Marc Marquez Kenang Rival MotoGP: Lorenzo, Pedrosa, Stoner, dan Rossi

Permintaan kompetensi seperti AI, data analytics, cloud computing, cybersecurity, dan teknologi jaringan terus meningkat.

Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menilai investasi infrastruktur digital harus beriringan dengan pengembangan manusia.