Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengkritik keras keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi resmi ke upacara pemakaman pemimpin Iran, Ayatollah Khamenei.

Dino menilai absennya Indonesia dalam momen krusial tersebut menjadi tanda tanya besar bagi konsistensi politik luar negeri Indonesia yang berprinsip "bebas aktif".

>>> BRI Tebar Dividen Jumbo Rp52,1 Triliun, Setara Rp346 per Saham

"Apakah ini berarti politik luar negeri bebas aktif kita mulai luntur karena Indonesia takut atau sungkan terhadap Amerika?"

ujar Dino dalam pernyataannya di media sosial X.

Menurut informasi yang diterima Dino, pihak Iran telah melakukan berbagai upaya untuk mengundang Pemerintah Indonesia secara resmi. Namun, undangan tersebut kabarnya tidak mendapat tanggapan semestinya dari Jakarta.

Pada akhirnya, Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran. Langkah ini dinilai oleh pihak Iran sebagai sikap yang menyepelekan undangan tersebut.

Padahal, sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Turki, Qatar, Oman, Pakistan, Rusia, Tiongkok, hingga Malaysia tetap mengirimkan delegasi resmi tingkat menteri.

Bahkan, Pakistan mengutus delegasi pada tingkat presiden.

Absennya Indonesia menjadikan RI sebagai satu-satunya negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia yang tidak mengirimkan delegasi khusus.

>>> Pengakuan Ancelotti Jadi Sorotan, Strategi Main Aman Berujung Brasil Pulang Lebih Cepat

Pertanyaan soal Manajemen Politik Luar Negeri

Dino juga mempertanyakan apakah ketidakhadiran ini merupakan bentuk ketakutan geopolitik atau justru mencerminkan buruknya manajemen sistem politik luar negeri di internal pemerintah.

"Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang bermasalah? Sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yang berani mengambil keputusan," kritiknya.