Dino menyayangkan mengapa pemerintah tidak mengutus Wakil Menteri Luar Negeri urusan dunia Islam, Anis Matta, yang pada saat bersamaan justru sedang melakukan kunjungan rutin ke Asia Tengah.

Dino mengingatkan bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia yang hubungannya selalu terjaga dengan hangat dan saling menghormati tanpa pernah ada konflik.

Kehadiran delegasi resmi Indonesia, menurutnya, seharusnya bisa menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif sekaligus memberikan sinyal tegas bahwa serangan militer terhadap Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yang melanggar hukum internasional.

"Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif, kita bersembunyi.

>>> Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Neymar Resmi Pensiun dari Timnas Sambil Menangis

Ingat, bebas aktif adalah diplomasi berprinsip, bukan diplomasi sungkan," pungkasnya.