Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa ia sengaja menerapkan pendekatan berbeda saat Brasil menghadapi Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Pelatih asal Italia itu meminta anak asuhnya tidak terlalu agresif menekan lawan.

>>> Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Neymar Resmi Pensiun dari Timnas Sambil Menangis

"Kami mengawali pertandingan dengan baik dan mampu menciptakan beberapa peluang," ujar Ancelotti usai laga, dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2026).

Ia menilai gaya bermain Norwegia terlalu berbahaya jika dihadapi dengan risiko tinggi.

Menurut Ancelotti, keputusan itu diambil karena lini pertahanan Norwegia tampil sangat rapat. "Sulit memberikan terlalu banyak tekanan karena Norwegia sangat rapat dalam bertahan.

Memberikan terlalu banyak tekanan adalah sebuah risiko," katanya.

Namun, pendekatan tersebut justru menjadi sorotan setelah Brasil gagal melangkah lebih jauh.

Tim Samba dipastikan tersingkir setelah kalah 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026).

Brasil sebenarnya mampu membuka laga dengan menjanjikan dan sempat memperoleh peluang emas. Pada menit ke-14, mereka mendapatkan hadiah penalti setelah salah satu pemainnya dilanggar di kotak terlarang.

Sayangnya, Bruno Guimaraes yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya berhasil dibaca dan ditepis kiper Norwegia, Orjan Nyland.

>>> Ramalan Zodiak Cinta 6 Juli: Cancer Mudah Tersinggung, Aquarius Tetap Sabar

Kegagalan tersebut menjadi titik balik pertandingan.

Brasil kesulitan mempertahankan intensitas serangan sepanjang laga, sementara Norwegia tampil semakin percaya diri dan mulai menguasai jalannya pertandingan.

Statistik menunjukkan tim berjuluk Vikings itu menguasai bola hingga 66 persen, sedangkan Brasil hanya mencatatkan 34 persen penguasaan bola.

Dominasi tersebut akhirnya berbuah hasil pada babak kedua.

Erling Haaland menjadi mimpi buruk Brasil setelah mencetak dua gol hanya dalam rentang satu menit, masing-masing pada menit ke-79 dan ke-80.

Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Neymar pada penghujung pertandingan.

Gol tersebut tidak cukup menyelamatkan langkah Selecao yang harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 lebih cepat.

Kekalahan ini memunculkan pertanyaan mengenai strategi Ancelotti yang memilih bermain lebih aman.

>>> Viral Kisah Ayah di China Maafkan Pacar yang Aniaya Anaknya Hingga Tewas

Alih-alih mampu meredam ancaman Haaland dan kolega, pendekatan tersebut justru membuat Brasil kehilangan kendali permainan hingga akhirnya harus mengakui keunggulan wakil Eropa itu.