Ia memproyeksikan laba Bank Mantap dapat meningkat dari sekitar Rp1,58 triliun pada 2025 menjadi Rp1,7 triliun pada tahun ini.

Kemudian mencapai Rp2 triliun pada 2027 dan Rp2,5 triliun pada 2028.

"Jadi rasa-rasanya kami masih sangat confident untuk bisa naik kelas ke KBMI 3 di tahun 2028 dengan cara organik gitu," ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2026, laba bersih Bank Mantap mencapai Rp464,2 miliar.

Angka ini meningkat 6,6 persen (yoy) dibandingkan Rp435,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran kredit meningkat 9,4 persen (yoy) menjadi Rp51,63 triliun. Total aset Bank Mantap juga naik 14 persen (yoy) menjadi Rp76,58 triliun per akhir Maret 2026.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,6 persen (yoy) menjadi Rp58,34 triliun.

>>> California Siapkan Terowongan Rp40 Triliun di Bawah Highway 101, Pecahkan Rekor Negara Bagian

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang melonjak 44,2 persen (yoy) menjadi Rp15,06 triliun.