China telah mengoperasikan mesin pertambangan bawah tanah raksasa bernama 'Gangtie Jiliang' atau 'Steel Backbone' yang berhasil mengebor lubang vertikal sedalam 3.294 kaki (sekitar 1.004 meter) di tambang bijih besi Xi'anshan milik Ansteel di Provinsi Liaoning.

Mesin seberat 500 ton ini disebut-sebut sebagai 'kapal induk bawah tanah' karena ukurannya yang luar biasa.

>>> Politisi Brasil Kaitkan Performa Timnas dengan Partai Politik

Sistem keseluruhan memiliki tinggi 328 kaki dan berat sekitar 2,2 juta pon, dengan kemampuan bekerja pada kedalaman hingga 3.300 kaki.

Di bagian depannya terdapat pemotong berdiameter 26,6 kaki yang dirancang untuk menggiling batuan keras, sementara sistem ini menangani penggalian, penyanggaan, dan pembuangan material dalam satu proses berkelanjutan.

Terinspirasi dari Rautan Pensil

Salah satu aspek paling unik dari mesin ini adalah inspirasinya yang berasal dari rautan pensil.

Para insinyur menemukan ide tersebut setelah mesin uji mengalami keausan berat saat bertemu batuan dengan kekuatan tekan sekitar 20.300 psi.

Alih-alih memaksa semua alat pemotong langsung menembus batuan, tim mengurangi sudut pemotong menjadi 15 derajat.

Perubahan kecil ini membantu mengurangi keausan tidak merata, sementara kepala pemotong berbentuk W yang didesain ulang memindahkan batuan pecah dari pusat sehingga mesin bisa terus mengebor ke bawah.

Mengeluarkan Batuan dari Kedalaman

Menggali lubang hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah batuan pecah, material harus segera dikeluarkan agar mesin tidak tersumbat.

Tim pengembang menyamakan tantangan ini dengan membuang sampah dari gedung setinggi 300 lantai tanpa lift.

Solusinya adalah pipa pembuangan vertikal sepanjang 82 kaki yang mampu memindahkan sekitar 160 yard kubik batuan pecah per jam, setara dengan muatan 10 truk sampah kota.