Detail ini mungkin terdengar kecil, tetapi sangat penting bagi nilai mesin. Di lubang yang dalam, setiap jeda memakan biaya waktu, uang, dan keselamatan.

Keamanan di Bawah Permukaan

Lubang yang dalam memberikan tekanan pada pekerja dan peralatan akibat tekanan batuan dan air tanah. Jika dinding tidak segera ditopang, deformasi dan keruntuhan bisa menjadi risiko serius.

'Steel Backbone' menggunakan sistem penyanggaan yang memungkinkan pekerjaan pelapisan beton berlanjut saat mesin maju.

Cetakan hidroliknya dapat dikendalikan dari permukaan, mengurangi kebutuhan pekerjaan manual langsung di dekat area pemotongan aktif.

Hal ini tidak membuat pertambangan bebas risiko, tetapi menunjukkan mengapa perusahaan dan pemerintah tertarik pada mesin semacam ini.

Lebih banyak otomatisasi di bawah tanah berarti lebih sedikit orang yang berada di tempat di mana jatuhnya batuan, masuknya air, dan kegagalan peralatan paling berbahaya.

>>> BC Lions Kecewa Gangguan Syuting Reality Show Saat Latihan

Mengapa Perlombaan Mineral Semakin Dalam

Waktu pengembangan mesin ini bukanlah kebetulan.

Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan bahwa permintaan mineral energi utama terus meningkat pada 2024, dengan permintaan litium naik hampir 30% dan permintaan nikel, kobalt, grafit, serta tanah jarang naik 6% hingga 8%.

Ke depan, IEA memproyeksikan permintaan litium bisa tumbuh lima kali lipat pada 2040 berdasarkan kebijakan yang ada, sementara permintaan grafit dan nikel bisa berlipat ganda.

Tembaga, yang sudah menjadi pasar besar, diproyeksikan tumbuh 30% dalam periode yang sama seiring perluasan jaringan listrik, konstruksi, dan elektrifikasi.

Dengan menggunakan kepala pemotong unik yang terinspirasi dari rautan pensil, mesin pengebor seberat 500 ton ini berhasil menyelesaikan lubang sedalam satu mil di batuan berkekuatan tinggi.