Anggota parlemen Brasil kembali mengaitkan performa tim nasional sepak bola dengan politik domestik.

Kali ini, Deputi Federal Sóstenes Cavalcante dari Partai Liberal (PL) menyoroti tendangan penalti yang gagal pada pertandingan Brasil melawan Norwegia.

>>> BC Lions Kecewa Gangguan Syuting Reality Show Saat Latihan

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 itu berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu (5/7/2026).

Cavalcante mengklaim bahwa momen penalti yang gagal terjadi pada menit ke-13, yang ia kaitkan dengan nomor Partai Buruh (PT) pimpinan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva.

"Penalti terjadi pada menit ke-13, hasilnya, gagal," tulis Cavalcante di media sosial, seperti dikutip Metrópoles. Ia menyebut angka tersebut sebagai "kutukan" yang menyebabkan peluang gol terbuang.

Sebelumnya, Senator Flávio Bolsonaro juga menghubungkan keberhasilan Brasil di babak grup melawan Jepang dengan nomor partainya.

Ia menyoroti pemain Gabriel Martinelli yang mengenakan nomor punggung 22, yang merupakan nomor Partai Liberal.

>>> Jerman Cetak Rekor 58% Listrik dari Energi Terbarukan di Semester I 2026

"Saya tidak ingin mengatakan apa-apa, tetapi 22 yang menyelamatkan Brasil," ujar Bolsonaro pada 29 Juni 2026. Partai Liberal pun mengunggah pernyataan serupa di kanal resmi mereka.

Dalam pertandingan melawan Norwegia, Brasil sebenarnya memiliki peluang lebih awal. Bruno Guimarães memberikan umpan kepada Vini Jr. yang membawa bola melewati garis gawang pada menit kedelapan.

Namun, setelah Matheus Cunha dilanggar di kotak penalti, wasit menganulir keputusan awal dan memberikan penalti setelah meninjau VAR.

Sayangnya, Guimarães gagal mengeksekusi.

>>> Harga Emas Tembus Rp 2,4 Juta per Gram pada 6 Juli 2026, Rekor Tertinggi Baru

Pemenang laga Brasil vs Norwegia akan melaju ke babak berikutnya untuk menghadapi Meksiko atau Inggris.