PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menyiapkan strategi bisnis untuk menghadapi lonjakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia dalam dua dekade mendatang.

Saat ini, jumlah penduduk senior di Indonesia mencapai sekitar 12,3 persen dari total populasi sekitar 280 juta jiwa atau setara sekitar 35 juta orang.

>>> Moto G77 Power vs Moto G77: 7 Perbedaan Utama yang Perlu Diketahui

Angka tersebut diperkirakan terus meningkat menjadi sekitar 15 persen pada 2030 dan mencapai 18-20 persen pada 2045.

Dengan proyeksi tersebut, populasi lansia diperkirakan bertambah menjadi sekitar 50 juta orang dalam 10 tahun mendatang dan mencapai 60-70 juta orang dalam 20 tahun ke depan.

Transformasi Bisnis untuk Lansia

Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan, mengatakan transformasi bisnis dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat lansia yang terus berkembang.

Menurutnya, Bank Mantap ingin mengambil peran sebagai life partner after retirement bagi para nasabah.

“Stakeholders menginginkan ada satu bank yang dalam naungan bank milik negara, bank milik pemerintah, yang spesifik mengurusi mengenai senior citizen.

Itulah kami,” kata Panji dalam Media Gathering di Ubud, Bali, Jumat (3/7/2026).

Panji menjelaskan karakteristik masyarakat senior saat ini berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Kelompok lansia kini dinilai lebih aktif, melek teknologi (digital savvy), serta memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap kualitas hidup sehingga membutuhkan layanan keuangan yang lebih komprehensif.

>>> JIPS 2026 Digelar di PIK 2, Hadirkan Edukasi Satwa Hingga Kompetisi Anjing

Untuk mendukung transformasi tersebut, Bank Mantap tengah menyiapkan berbagai produk dan layanan yang terintegrasi dengan sistem digital perusahaan, baik melalui jaringan kantor cabang maupun aplikasi digital Movin.