"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL," kata Hery.

Ia mengatakan tambahan likuiditas akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik.

>>> JHT Kena Pajak, DJP: Aturannya Sudah Ada Sejak Era SBY

Penyaluran pembiayaan akan diarahkan secara selektif ke sektor produktif, terutama UMKM.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah ini.

Menurut dia, penempatan SAL akan memperkuat likuiditas perbankan, sehingga kapasitas pembiayaan ke sektor produktif dapat meningkat.

"Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI. Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif," ujar Anggoro.

Menurut dia, penempatan SAL juga membantu menurunkan biaya dana, sehingga bank memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan tambahan dana SAL menjadi amunisi untuk memperkuat likuiditas sekaligus mengakselerasi penyaluran kredit.

"Penempatan dana SAL ini sangat penting bagi kami.

Ini bukan sekadar memperkuat fundamental likuiditas perusahaan, tetapi menjadi stimulus bagi kami untuk terus menggerakkan roda perekonomian melalui penyaluran kredit yang lebih agresif namun tetap terukur," ujar Nixon.

Direktur Treasury & International Banking BTN Venda Yuniarti mengatakan likuiditas yang lebih kuat akan dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan sektor perumahan.

Target Pertumbuhan Kredit

Juda Agung mengungkapkan tingginya permintaan kredit tercermin dari realisasi hingga Mei, di mana kredit tumbuh di atas 10 persen.

"Diperkirakan di Mei kredit tumbuh 11,5 persen. Kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit di bulan-bulan ke depan," pungkasnya.

>>> Registrasi SIM Biometrik Mulai 1 Juli, Komdigi Targetkan Tekan Spam dan Judi Online

Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi likuiditas perbankan di kondisi saat ini, termasuk dengan mengguyur kembali dana ke bank.