Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan bahwa Program 3 Juta Rumah di perkotaan akan diarahkan pada pembangunan rumah susun (rusun).

Hal ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.

>>> Lucy Hamilton Percaya Diri Hadapi Semifinal T20 World Cup

Maruarar mengungkapkan backlog kepemilikan rumah secara nasional mencapai 9,4 juta unit berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.

"Permasalahan penyediaan perumahan terutama di kawasan perkotaan juga dihadapkan dengan keterbatasan lahan.

Oleh sebab itu penyediaan perumahan di kawasan perkotaan diarahkan melalui pembangunan hunian vertikal," kata Maruarar dalam acara Penandatanganan Komitmen Hibah Lahan PT Lippo Cikarang Tbk di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (29/6).

Hibah Lahan 30 Hektare dari Lippo Group

Sebagai langkah awal, pemerintah menggandeng PT Lippo Cikarang Tbk yang berkomitmen menghibahkan lahan seluas sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.

Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Penandatanganan komitmen hibah dilakukan oleh Maruarar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, serta jajaran PT Lippo Cikarang.

Maruarar mengatakan hibah lahan itu telah melalui verifikasi bersama KPK, Kejaksaan Agung, dan BPKP.

"Empat bulan lalu saya datang ke KPK dan sudah dinyatakan tanahnya clear and clean.

Dalam proses itu juga diawasi Kejaksaan Agung dan BPKP sehingga kita bisa melanjutkan proses ini," ujarnya.

>>> Julian Nagelsmann Akui Jerman Bukan Lagi Tim Elite Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026

Kawasan seluas 30 hektare tersebut akan dikembangkan menjadi rusun bersubsidi dengan berbagai tipe unit, termasuk tipe 45 meter persegi yang dinilai lebih layak bagi keluarga.