Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, mengungkap alasan PT Lippo Cikarang Tbk menghibahkan lahan seluas sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kepada negara.

Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam rangka Program 3 Juta Rumah.

>>> Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu, Kaca Depan Pecah

Penandatanganan komitmen hibah dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, serta jajaran PT Lippo Cikarang.

Kontribusi untuk Penyediaan Perumahan Nasional

Mochtar mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan penyediaan perumahan nasional.

Ia menyetujui usulan itu setelah mendengar kebutuhan rumah masyarakat yang masih sangat besar.

Mochtar berharap langkah Lippo Group dapat menjadi contoh bagi perusahaan besar lainnya untuk ikut mendukung penyediaan perumahan rakyat.

"Kalau setiap pengusaha besar bisa ikut menyumbang kepada pemerintah, maka itu berupa suatu manfaat yang luar biasa bagi bangsa kita," katanya dalam acara penandatanganan di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (29/6).

Menteri PKP Maruarar Sirait menambahkan bahwa hibah lahan Meikarta telah melalui proses verifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

>>> 5 Manfaat Mandi Kembang untuk Kesehatan Mental dan Fisik, Rutin Dilakukan Amanda Zahra

"Empat bulan lalu saya datang ke KPK dan sudah dinyatakan tanahnya clear and clean.

Dalam proses itu juga diawasi Kejaksaan Agung dan BPKP sehingga kita bisa melanjutkan proses ini," ujarnya.

Kawasan seluas 30 hektare tersebut akan dikembangkan menjadi rumah susun bersubsidi dengan berbagai tipe unit, termasuk tipe 45 meter persegi yang dinilai lebih layak bagi keluarga.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan lahan hibah Meikarta diproyeksikan mampu menampung pembangunan sekitar 141 ribu unit hunian vertikal.

"Kalau menurut saya ini sebenarnya bukan hanya memberikan lahan, tapi justru memberikan sesuatu yang besar dari lahan karena ini dampaknya akan sangat-sangat besar kepada masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah," kata Rosan.

Menurut Rosan, pembangunan 141 ribu unit rumah susun itu berpotensi memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu hingga 600 ribu orang jika dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga penerima manfaat.

>>> Amnesti Napi Wajib Komcad, Pengamat Khawatir Jadi Awal Wamil

Ia memastikan Danantara akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar pengelolaan lahan hingga pembangunan rumah susun berjalan sesuai rencana.