Samsung Foundry kembali melanjutkan pengembangan teknologi fabrikasi chip 1.4nm setelah sempat menghentikannya pada awal 2025.

Keputusan ini diambil setelah divisi foundry Samsung berhasil mengatasi masalah hasil produksi (yield) pada proses 2nm.

>>> Maroko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Belanda Lewat Adu Penalti

Menurut laporan The Bell, Samsung telah meminta pemasok seperti Applied Materials dan Lam Research untuk memulai pengembangan peralatan manufaktur chip khusus.

Peralatan baru tersebut akan dikirim ke kampus NRD-K, pusat riset dan pengembangan semikonduktor Samsung di Giheung, Korea Selatan.

Mesin litografi High NA EUV buatan ASML sudah terpasang di fasilitas NRD-K dan akan digunakan untuk lapisan tertentu pada chip 1.4nm.

Produksi Massal 1.4nm Mundur ke 2029

Awalnya Samsung menargetkan produksi massal chip 1.4nm pada 2027, namun kini diundur menjadi 2029.

Penundaan ini dilakukan agar Samsung dapat fokus meningkatkan hasil produksi proses 2nm terlebih dahulu.

Langkah tersebut membuahkan hasil dengan diperolehnya pesanan senilai $16,5 miliar dari Tesla untuk memproduksi chip AI6.

>>> Rating TV Nasional per Selasa, 30 Juni 2026: DA7 The Final Stage Kokoh di Puncak, AVC Men's Cup Korea vs Indonesia Masuk Tiga Besar

Chip AI6 akan digunakan pada mobil, server AI, dan robot humanoid buatan Tesla.

Pesaing Lebih Maju dalam Pengembangan 1.4nm

Intel dan TSMC berada di depan Samsung dalam pengembangan chip 1.4nm.

Intel berencana memulai produksi massal chip 1.4nm pada 2027, sementara TSMC menargetkan 2028.

Dengan demikian, Samsung tertinggal satu hingga dua tahun dari para pesaingnya.

Selain itu, Samsung dikabarkan mulai memesan peralatan untuk mengembangkan chip memori NAND flash V12 generasi berikutnya.

>>> Pelatih Korea Dapat Ancaman Pembunuhan usai Gagal di Piala Dunia

Chip tersebut diperkirakan memasuki produksi massal pada 2030 dengan struktur penumpukan multi-wafer baru.