Kepulangan tim nasional Korea Selatan dari Piala Dunia 2026 diwarnai pengamanan ketat. Ratusan personel kepolisian dikerahkan di Bandara Internasional Incheon setelah mantan pelatih Hong Myung-bo menerima ancaman pembunuhan.

Kepolisian Metropolitan Incheon mengonfirmasi telah mengerahkan sekitar 160 personel polisi antihuru-hara dan petugas keamanan bandara.

>>> Google Dikabarkan Tambahkan Kontrol Backup Per Aplikasi di Android

Selain itu, 25 personel keamanan khusus juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi kericuhan saat rombongan tiba dari Meksiko.

"Kami memutuskan mengerahkan personel untuk mencegah insiden keselamatan yang mungkin terjadi selama proses kedatangan. Kami akan menindak tegas segala tindakan melanggar hukum, termasuk pelemparan benda," demikian pernyataan kepolisian.

Ancaman tersebut muncul melalui unggahan di internet yang berbunyi, "Saya akan membunuh Hong Myung-bo," disertai pernyataan bahwa pelaku akan mendatangi Bandara Incheon pada hari kepulangan sang pelatih.

Ancaman itu muncul setelah Korea Selatan gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. Padahal, Taeguk Warriors mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.

Namun setelah itu Korea Selatan menelan dua kekalahan beruntun 0-1 dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Hasil tersebut membuat mereka gagal melaju ke babak 16 besar, bahkan tidak mampu lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi sorotan terbesar.

Dalam laga yang digelar di Monterrey tersebut, Hong membuat keputusan kontroversial dengan mencadangkan kapten tim sekaligus penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min.

Keputusan itu menuai kritik luas, terlebih Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke fase gugur.

Hong juga dikritik karena menarik keluar bek andalan Kim Min-jae saat tim sedang tertinggal tanpa memasukkan pemain bertipe menyerang.