>>> 50 Nama Bayi Perempuan Islami 2-3 Kata yang Cantik dan Penuh Makna

Keputusan taktis tersebut memicu kemarahan suporter yang menilai Korea Selatan kehilangan peluang untuk mengejar ketertinggalan. Gelombang protes kemudian berkembang menjadi petisi daring yang menuntut Hong dipecat.

Setelah evaluasi dilakukan, Hong akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (28/6/2026).

Ia menjadi pelatih keempat yang mundur usai gagal membawa timnya melaju jauh di Piala Dunia 2026.

Kegagalan tim nasional juga memicu reaksi keras dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Ia mengaku "sangat terpukul" dan memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kegagalan tim.

"Saya bukan hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini. Saya benar-benar tidak habis pikir.

Ketika loyalitas dan kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten ditempatkan pada posisi kepemimpinan, hasil seperti ini hampir tidak bisa dihindari," tulis Lee di media sosial X.

Lee juga meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menyelidiki secara menyeluruh proses yang menyebabkan kegagalan tersebut serta menyusun langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini turut membuka kembali polemik penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih pada 2024 menggantikan Jürgen Klinsmann.

Pengadilan Administratif Seoul sebelumnya menyatakan proses penunjukan Hong maupun Klinsmann dilakukan secara tidak semestinya karena Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea, Chung Mong-gyu, dinilai mengabaikan prosedur yang berlaku.

Hong sendiri pernah menangani Korea Selatan pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

>>> Cara Cek Status Penerimaan 5 Jenis Bansos PKH dan BPNT Periode Juli 2026

Saat itu, Korea Selatan gagal meraih satu kemenangan pun dan finis di dasar klasemen grup yang dihuni Belgia, Aljazair, dan Rusia.