Seorang wisatawan asal Tiongkok berusia 26 tahun tewas setelah sebuah lengkungan batu alami runtuh di Comino, Malta, pada Sabtu, 27 Juni 2026, sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Seorang wanita Tiongkok berusia 27 tahun mengalami luka serius dalam insiden yang terjadi saat mereka berada di atas jet ski di bawah formasi batuan yang dikenal sebagai 'Kissing Elephants'.

>>> Samsung Beri Kode Galaxy Ring 2 dengan Dukungan iPhone

Menurut laporan, seorang turis Amerika Serikat berusia 32 tahun diduga melompat dari lengkungan tersebut ke laut, yang memicu keruntuhan langsung struktur batuan itu.

Tim penyelamat dari Armed Forces of Malta menemukan jasad wisatawan pria tersebut terjepit di dasar laut, sementara wanita yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Gozo dengan cedera yang tidak mengancam jiwa.

Seorang hakim Malta telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti runtuhnya lengkungan batu tersebut, seperti dilaporkan oleh The Times of Malta.

Seorang pengguna kayak, Michelle Attard Tonna, mengaku telah melihat kerentanan struktural pada landmark alami tersebut sebelum kejadian.

>>> Empat Negara Pastikan Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026, Maroko dan Brasil Terbaru

Juru bicara Outdoor Explorers Malta, operator tur perahu lokal, menyebut lokasi itu sebagai 'tempat yang agak khusus, namun ikonik bagi mereka yang mengetahuinya'.

Perusahaan tur tersebut mencatat bahwa tempat itu sangat populer di kalangan snorkeler karena kehidupan lautnya dan sering dikunjungi oleh kapal sewaan untuk berfoto.

Dalam pernyataan di Facebook, Outdoor Explorers Malta menyatakan, 'Dengan sangat sedih kami melaporkan bahwa satu orang kehilangan nyawa dalam insiden ini'.

>>> 8 Fakta Menarik Danil Muzik, Musisi Riau di Balik Lagu Masa Depanmu

Pecinta petualangan lokal, Conrad Neil Gatt, menyuarakan kekhawatiran di media sosial mengenai manajemen keselamatan di lokasi tersebut, mencatat bahwa tidak ada rambu peringatan meskipun ada sejarah kecelakaan akibat jatuhnya batu di wilayah pesisir Malta.