Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI memberikan akses layanan premium ChatGPT Plus secara gratis kepada seluruh warga negara Malta selama satu tahun penuh.

Program berskala nasional ini menjadi langkah awal penyediaan teknologi kecerdasan buatan sebagai fasilitas publik.

>>> Xiaomi Pastikan Chipset XRING 03 Siap Meluncur Tahun Ini

Program 'AI for All'

Kemitraan nasional pertama di dunia ini berjalan melalui program bertajuk 'AI for All'. Inisiatif tersebut diluncurkan atas kerja sama antara OpenAI, pemerintah Malta, dan University of Malta.

Melalui pengumuman di blog resminya, OpenAI menyatakan bahwa program ini bertujuan agar masyarakat Malta dapat memahami sekaligus menerapkan teknologi AI dalam aktivitas praktis sehari-hari.

Malta merupakan sebuah negara kepulauan kecil di kawasan Eropa Selatan yang berada di tengah Laut Mediterania.

Berdasarkan data dari Worldometer, jumlah penduduk di negara tersebut tercatat sebanyak 568.847 jiwa.

Meskipun akses diberikan secara cuma-cuma, masyarakat Malta tidak langsung mendapatkan fasilitas premium tersebut begitu saja.

Penduduk yang sudah terdaftar dalam sistem identitas digital Malta diwajibkan untuk menyelesaikan pelatihan AI terlebih dahulu.

University of Malta bertindak sebagai penginisiasi kursus tersebut.

Materi pelatihan dirancang khusus agar masyarakat memahami definisi AI, batasan kemampuan teknologi tersebut, hingga cara menggunakannya secara bertanggung jawab.

Menteri Perekonomian Malta, Silvio Schembri, menjelaskan bahwa program 'AI for All' ini dirancang agar masyarakat setempat mampu bersaing dalam perkembangan teknologi global.

Silvio Schembri menilai perpaduan antara edukasi terstruktur dan akses gratis ke alat digital paling mutakhir akan sangat membantu berbagai kalangan.

Fasilitas ini ditargetkan bagi pelajar, pekerja, hingga sektor rumah tangga.

"Melalui kursus AI untuk semua ini, kami memastikan setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang mereka, memiliki kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berkembang di dunia digital," tutur Schembri.