CEO OpenAI Sam Altman membantah bahwa ChatGPT dan program kecerdasan buatan (AI) generatif buatannya dirancang untuk menggantikan peran pekerja manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan lewat akun X miliknya pada awal Mei 2026.

>>> Mira Murati Kritik Keras Kepemimpinan Sam Altman di Sidang OpenAI

Altman merespons peningkatan adopsi AI di berbagai industri yang beriringan dengan maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat selama setahun terakhir.

Sejumlah petinggi perusahaan teknologi secara terbuka menyebut kehadiran AI sebagai alasan utama pengurangan staf.

Salah satu contohnya adalah studio game King yang memecat para engineer setelah mereka selesai merancang alat pembuat level otomatis berbasis AI.

"Kami ingin membangun tools yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia," tulis Altman di X.

Kekhawatiran publik mengenai masa depan lapangan pekerjaan juga dipicu oleh klaim CEO Anthropic Dario Amodei.

Amodei memprediksi bahwa dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun ke depan, seluruh kode komputer akan ditulis sepenuhnya oleh AI.

Meskipun mengakui adanya disrupsi besar dan masa transisi signifikan menuju jenis pekerjaan baru, Altman menilai pesimisme jangka panjang terkait hilangnya mata pencaharian merupakan pandangan yang keliru.

>>> Menguak Sosok XFreeze, Pengagum Rahasia Nomor Satu Elon Musk di X

Altman meyakini teknologi AI akan membantu manusia menjadi lebih produktif.

Ia juga percaya AI membuat pekerja merasa lebih puas dan bermakna dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka.

Bos OpenAI tersebut memproyeksikan masa depan di mana pekerja keras akan difasilitasi dengan aktivitas yang menyenangkan.

Sementara itu, kelompok yang tidak ingin bekerja keras tetap dapat menikmati standar hidup yang makmur melalui dukungan teknologi AI.