Dua bersaudara mantan kontraktor pemerintah Amerika Serikat didakwa setelah menghapus sekitar 96 database berisi data lembaga federal.

Aksi sabotase tersebut terjadi pada 18 Februari 2025, hanya beberapa menit setelah keduanya dipecat dari perusahaan tempat mereka bekerja, Opexus, yang berbasis di Washington DC.

>>> Sam Altman Bantah ChatGPT Dirancang untuk Gantikan Pekerjaan Manusia

Keduanya adalah Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter. Mereka memanfaatkan akun Muneeb yang belum dinonaktifkan oleh manajemen perusahaan untuk membobol sistem internal pascapemecatan.

Informasi ini terungkap melalui dokumen pengadilan federal.

Sebelum pemecatan, kedua saudara kembar tersebut tercatat memiliki rekam jejak kriminalitas siber, termasuk peretasan situs web pada tahun 2015.

Selama bekerja, Muneeb juga mengumpulkan 5.400 identitas pengguna dan kata sandi dari jaringan internal perusahaan. Ia menggunakan data itu untuk mengakses berbagai layanan akun digital secara ilegal.

Ketika proses penghancuran data berlangsung, kedua tersangka melakukan komunikasi intensif. Mereka memantau perkembangan penghapusan pangkalan data lembaga pemerintah federal.

"Aku lihat kamu lagi membersihkan backup database mereka," kata Sohaib. Ia kemudian mengingatkan saudaranya mengenai pentingnya memiliki pembelaan diri yang meyakinkan atas tindakan tersebut.

"Oke, kalau kamu punya plausible deniability (alasan masuk akal untuk menyangkal) yang bagus," kata Sohaib.

Muneeb merespons pernyataan itu dengan santai karena menganggap pihak perusahaan penyedia layanan data masih bisa melakukan pemulihan.

"Ah, mereka bisa pulihkan backup kemarin," kata Muneeb.

>>> Mira Murati Kritik Keras Kepemimpinan Sam Altman di Sidang OpenAI

Selain menghapus data milik Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Muneeb juga mengunduh 1.805 berkas milik Equal Employment Opportunity Commission.

Ia juga mengambil informasi pajak federal milik 450 warga sipil.