Muneeb juga mengumpulkan 5.400 identitas pengguna dan kata sandi dari jaringan internal perusahaan untuk mengakses berbagai layanan akun digital secara ilegal.

Kedua tersangka melakukan komunikasi intensif untuk memantau perkembangan penghapusan pangkalan data lembaga pemerintah federal tersebut.

Konteks tambahan

Aksi sabotase tersebut dilakukan hanya beberapa menit setelah keduanya dipecat dari perusahaan tempat mereka bekerja, Opexus, yang berbasis di Washington DC.

Aksi kriminal siber ini terungkap melalui dokumen pengadilan federal, sebagaimana dilansir dari Tekno.

Tersangka bernama Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter memanfaatkan akun Muneeb yang belum dinonaktifkan oleh pihak manajemen perusahaan untuk membobol sistem internal pascapemecatan dilakukan.

Sebelum pemecatan, kedua saudara kembar tersebut kedapatan memiliki rekam jejak kriminalitas siber, termasuk peretasan situs web pada tahun 2015.

>>> Menguak Sosok XFreeze, Pengagum Rahasia Nomor Satu Elon Musk di X

Selama bekerja, Muneeb juga mengumpulkan 5.400 identitas pengguna dan kata sandi dari jaringan internal perusahaan untuk mengakses berbagai layanan akun digital secara ilegal.