Altman memproyeksikan masa depan di mana pekerja keras akan difasilitasi dengan aktivitas yang menyenangkan, sementara kelompok yang tidak ingin bekerja keras tetap dapat menikmati standar hidup yang makmur melalui dukungan teknologi AI.

Konteks tambahan

Pernyataan tersebut disampaikan lewat akun X miliknya guna merespons peningkatan adopsi AI di berbagai industri yang beriringan dengan maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) brutal di Amerika Serikat selama setahun terakhir.

Sejumlah petinggi perusahaan teknologi secara terbuka menyebut kehadiran AI sebagai alasan utama pengurangan staf, termasuk studio game King yang memecat para engineer setelah mereka selesai merancang alat pembuat level otomatis berbasis AI.

>>> YouTube Ungkap Durasi Tonton Shorts di Televisi Tembus 2 Miliar Jam

Also Read OpenAI Ungkap Data Penggunaan ChatGPT Capai 800 Juta Pengguna Mingguan "Kami ingin membangun tools yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia," tulis Altman di X, awal Mei lalu.