Melihat Faktor Sistem Transportasi Menyeluruh pada Kecelakaan Lalu Lintas
Selama bertahun-tahun, kecelakaan lalu lintas di Indonesia kerap dipandang sebagai akibat kelalaian individu.
Ketika tabrakan terjadi, perhatian publik biasanya tertuju pada sopir mengantuk, kendaraan yang melaju berlebihan, atau pelanggaran aturan lalu lintas.
>>> BYD Resmi Luncurkan M6 DM Teknologi PHEV di Indonesia Sore Ini
Namun, di sejumlah negara maju, evaluasi kecelakaan juga dilakukan dengan melihat faktor sistem transportasi secara menyeluruh.
Swedia, Jepang, Belanda, hingga beberapa negara Eropa lain menerapkan pendekatan keselamatan jalan yang dikenal melalui konsep Vision Zero dan Safe System.
Pendekatan tersebut menempatkan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, tidak hanya pengguna jalan tetapi juga regulator, perancang jalan, hingga produsen kendaraan.
Akademisi transportasi dan pengamat di Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai Indonesia perlu mulai memperluas cara pandang terhadap kecelakaan jalan raya.
Evaluasi Kecelakaan di Indonesia Masih Berfokus pada Pengemudi
Menurut Djoko, evaluasi kecelakaan selama ini masih banyak berfokus pada kesalahan pengemudi, sementara faktor lain juga berpengaruh terhadap tingkat fatalitas kecelakaan.
Negara maju mulai menilai kecelakaan lalu lintas sebagai kegagalan sistem, bukan semata kesalahan pengemudi.
“Di negara maju, kecelakaan tidak dilihat sebagai nasib buruk atau murni kesalahan manusia. Sistem jalan, kendaraan, regulasi, sampai pengawasan dianggap ikut bertanggung jawab,” ujarnya kepada Kompas.
com, Minggu (17/5/2026).
Konsep Vision Zero pertama kali diadopsi parlemen Swedia pada 1997. Prinsip utamanya adalah menekan angka kematian lalu lintas semaksimal mungkin melalui perbaikan sistem keselamatan jalan.
Dalam pendekatan tersebut, sistem transportasi dirancang dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kesalahan manusia. Karena itu, infrastruktur dan teknologi kendaraan diupayakan mampu mengurangi risiko kecelakaan fatal saat kesalahan terjadi.
Update Terbaru
Xiaomi 17 dengan Kamera Leica dan HyperAI Bantu Patricia Gouw Bikin Konten Fashion Ala Editorial
Senin / 18-05-2026, 18:44 WIB
BPLJSKB Bekasi Kejar Pengakuan Global Lewat Harmonisasi ASEAN MRA
Senin / 18-05-2026, 18:39 WIB
Harga iPhone Terbaru 18 Mei 2026: Stabil dengan Penurunan di Beberapa Tipe
Senin / 18-05-2026, 18:34 WIB
Kenaikan Harga BBM Dorong Permintaan Mobil Hybrid di Indonesia
Senin / 18-05-2026, 18:29 WIB
Membuat Pelat Nomor Cantik Empat Angka, Siapkan Biaya Mulai Rp 5 Juta
Senin / 18-05-2026, 18:24 WIB
FTC Selidiki Dugaan Monopoli CPU Server AGI oleh Arm Holdings
Senin / 18-05-2026, 18:18 WIB
YouTube Kuasai Mayoritas Remaja AS, Lampaui TikTok dan Instagram
Senin / 18-05-2026, 18:14 WIB
Nubia Neo 5 5G dan GT Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasinya
Senin / 18-05-2026, 18:09 WIB
BYD Tuntut Kritikus Rp4,7 Miliar Akibat Pertanyakan Baterai di Depan Kamera
Senin / 18-05-2026, 18:01 WIB
TOP 35 Acara TV dengan Sinetron Terbaik Hari ini 19 Mei 2026 ada Merangkai Kisah Indah yang Turun 2 Peringkat
Senin / 18-05-2026, 18:00 WIB
Xiaomi 17 Max Resmi Meluncur 21 Mei dengan Kamera Leica 200MP dan Baterai 8000mAh
Senin / 18-05-2026, 17:58 WIB
Pemesanan Toyota Veloz Hybrid Tembus 10.000 Unit di Indonesia
Senin / 18-05-2026, 17:53 WIB
IHSG Anjlok 1,85% pada Penutupan Perdagangan Senin
Senin / 18-05-2026, 17:52 WIB
OpenAI Beri Akses ChatGPT Plus Gratis Setahun untuk Warga Malta
Senin / 18-05-2026, 17:48 WIB






